Terdakwa Suap Warga Rusia Menembak Mati Dirinya di Ruang Sidang

Ilustrasi pistol. olympia.gr

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan pejabat lembaga pemasyarakatan di Rusia, Viktor Sviridov menembak mati dirinya di ruang sidang pengadilan di Moscow setelah dihukum tiga tahun penjara pada Rabu, 12 Februari 2020.

Viktor Sviridov, 71 tahun, dinyatakan terbukti bersalah atas kasus suap senilai 10 juta rubel atau lebih dari Rp 2 miliar dari mantan wakil direktur dinas penjara.

Usai mendengar hukuman yang dijatuhkan kepadanya, Viktor langsung menembakkan pistol ke dadanya dan meninggal di tempat saat persdiangan berlangsung di pengadilan distrik Chertanovo.

"Pistol yang digunakan oleh Viktor itu adalah hadiah yang diberikan saat ia bertugas di kepolisian, sebelum akhirnya bekerja di lembaga pemasyarakatan," ujar penyidik pengadilan.

Pengacara Sviridov, Alexander Kotelnitsky mengatakan dalam keterangannya kepada media berita TASS, kliennya sedang menderita kanker stadium empat, namun dia tidak terlihat tertekan pada saat menjalani sidang pada Rabu pagi.

Tidak diketahui pasti bagaimana Viktor menyelundupkan pistol ke ruang sidang. Terlebih lagi, di pintu masuk pengadilan terdapat detektor logam yang berfungsi dengan baik.

Menurut keterangan dari juru bicara pengadilan, pihak berwenang Rusia sedang melakukan penyelidikan atas insiden terdakwa kasus suap menembak mati dirinya sendiri  di ruang sidang.

SAFIRA ANDINI | ASIAONE






Rusia Aneksasi Wilayah Ukraina, Indonesia Tak Berani Bersikap Tegas?

55 menit lalu

Rusia Aneksasi Wilayah Ukraina, Indonesia Tak Berani Bersikap Tegas?

Pengamat CSIS mengatakan, dengan tidak menyebutkan nama Rusia, pernyataan Indonesia ihwal aneksasi wilayah Ukraina dapat disalahartikan


Melalui Dekret, Zelensky Tutup Semua Prospek Negosiasi dengan Putin

1 jam lalu

Melalui Dekret, Zelensky Tutup Semua Prospek Negosiasi dengan Putin

Selain dengan Putin, Zelensky tetap membiarkan pintu terbuka untuk pembicaraan dengan Rusia.


Inggris Dukung Indonesia Kecam Pencaplokan Ukraina oleh Rusia

3 jam lalu

Inggris Dukung Indonesia Kecam Pencaplokan Ukraina oleh Rusia

Inggris menyambut baik pernyataan penolakan Indonesia tentang referendum palsu Rusia dan pencaplokan secara ilegal wilayah kedaulatan Ukraina.


Jokowi Digugat soal Ijazah Palsu, Stafsus: Jangan Biasakan Prank Aparat

4 jam lalu

Jokowi Digugat soal Ijazah Palsu, Stafsus: Jangan Biasakan Prank Aparat

Gugatan terhadap Jokowi soal ijazah palsu diajukan oleh seorang bernama Bambang Tri Mulyono ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.


Wamil Rusia: Pengacara Kebanjiran Klien sampai Tips Cara Kabur

6 jam lalu

Wamil Rusia: Pengacara Kebanjiran Klien sampai Tips Cara Kabur

Pengacara Rusia kebanjiran klien yang mencoba menghindari wajib militer untuk berperang di Ukraina dan ramainya tips cara kabur di medsos.


Pentagon: Ukraina di Jalur Tepat Gapai Kemenangan Lawan Rusia

6 jam lalu

Pentagon: Ukraina di Jalur Tepat Gapai Kemenangan Lawan Rusia

Pejabat Pentagon memperkirakan Ukraina sudah berada di jalur yang benar untuk mencapai beberapa tujuan utamanya di medan perang melawan Rusia.


Pasca-Wajib Militer Putin, Tiket Pesawat Sekali Jalan dari Rusia Naik 27 Persen

6 jam lalu

Pasca-Wajib Militer Putin, Tiket Pesawat Sekali Jalan dari Rusia Naik 27 Persen

Jumlah tiket penerbangan satu arah yang diterbitkan dari Rusia meningkat 27 persen setelah Putin umumkan mobilisasi militer ke Ukraina


Dukung Aneksasi oleh Rusia, Korea Utara Kecam Standar Ganda AS

7 jam lalu

Dukung Aneksasi oleh Rusia, Korea Utara Kecam Standar Ganda AS

Korea Utara mendukung aneksasi oleh Rusia atas bagian-bagian wilayah Ukraina seraya mengecam standar ganda Amerika Serikat


Rusia Disebut Mengalihkan Pasukan di Perbatasan

8 jam lalu

Rusia Disebut Mengalihkan Pasukan di Perbatasan

Rusia dilaporkan telah mengalihkan pasukan militernya dari perbatasan di pangkalan-pangkalan Eropa Utara selama invasinya ke Ukraina.


Kapal Pesiar Diduga Milik Miliarder Asal Rusia yang Kena Sanksi Bakal Dilelang

9 jam lalu

Kapal Pesiar Diduga Milik Miliarder Asal Rusia yang Kena Sanksi Bakal Dilelang

Kapal pesiar mewah diduga milik miliarder asal Rusia, Igor Kasaev, dilelang. Kasaev dikenai sanksi dampak invasi Rusia ke Ukraina.