Lajang 'Bokek' Lebih Bahagia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Canberra: Kabar buruk bagi para lajang mapan. Satu penelitian terbaru menepis anggapan masyarakat yang mengatakan, kelompok lajang mapan dan memiliki keuangan cukup adalah kelompok masyarakat paling berbahagia berbanding dengan mereka yang telah menikah serta orang-orang tua.Kajian terbaru Departemen Keluarga Berencana dan Pelayanan Masyarakat dan Pribumi Australia menyebutkan sebaliknya. Menurut lembaga ini, kelompok bujang yang tak berduit alias "bokek" merupakan kelompok paling bahagia, diikuti pasangan suami-isteri yang bekerja dan berkecukupan uang. Demikian seperti yang dikutip harian Inggris Britain, Daily Telegraph, Selasa (12/8).Kelompok lain, termasuk pasangan atau ibu dan bapak tunggal yang bekerja, mempunyai anak dan tertekan, tetapi masih bahagia.Namun, ketimbang semuanya, kelompok bujang yang sehat, bekerja, dan faktor keuangan yang kokoh terbukti paling tidak gembira. Malah, mereka terbukti berada di peringkat teratas dari golongan mereka yang tidak bahagia, mengalahkan kelompok penduduk miskin yang hidup tersisih dan tak berduit.Kajian itu melibatkan enam ribu responden yang ditanya soal pekerjaan, status hubungan, keuangan, keadaan kesehatan, dan perlakuan yang berisiko. Kelompok bujang yang terlibat rata-rata berusia 33 tahun, pekerjaan tetap, berpendapatan rata-rata melebihi ukuran sederhana, dan puas dengan pekerjaan mereka.Malangnya, biarpun bermandikan segala kelebihan yang dianggap masyarakat sebagai resep bahagia, golongan bujang ini terbukti bersedih, khususnya mengenai status masing-masing serta mempunyai kepuasan diri dan hidup yang rendah."Hasil kajian itu hanya menambah kabar buruk bagi para lajang, tetapi persoalannya mengapa nasib mereka begitu malang?" tanya Profesor Carol Grbich, pakar Kesehatan dan Kemasyarakatan Universitas Flinders, Inggris. "Intinya, banyak kisah menarik mengenai golongan lajang ini. Merekalah golongan paling banyak tertekan atau murung dan akhirnya bunuh diri," tegas Grbich.Sementara itu, pakar psikologi, Evelyn Field, berkata mayoritas golongan lajang ini merasa tertekan dengan kekurangan mereka yang tak mempunyai pasangan. "Seiring dengan itu, mereka lazimnya gelisah, tertekan, dan selalu murung," ujar Field menjelaskan.BOBBY CHANDRA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.