Khawatir Kena Virus Corona, Parsel di Shanghai Disterilkan

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang staf yang menggunakan masker saat menyemprot lantai toko 7Fresh JD.com dengan desinfektan setelah meluasnya virus corona baru di kota Yizhuang, Beijing, Cina 8 Februari 2020. REUTERS/Tingshu Wang

    Seorang staf yang menggunakan masker saat menyemprot lantai toko 7Fresh JD.com dengan desinfektan setelah meluasnya virus corona baru di kota Yizhuang, Beijing, Cina 8 Februari 2020. REUTERS/Tingshu Wang

    TEMPO.CO, Jakarta - Upaya pemerintah Cina mengntrol penyebaran virus Corona semakin kuat. Di Shanghai, misalnya, pemerintah setempat meminta jasa pengiriman untuk mensterilkan setiap barang yang akan mereka kirim ke lokasi tujuan.

    "Shanghai telah menerapkan kebijakan baru untuk mencegah kurir menyebarkan virus Corona ketika mereka mengantarkan barang," sebagaimana dikutip dari Washington Post, Rabu, 12 Februari 2020.

    Lebih lanjut, tidak hanya parsel yang harus disterilkan terlebih dahulu. Menurut Wakil Direktur Kantor Pos Shanghai, Yu Hongwei, tempat bekerja dan fasilitas yang digunakan para kurir juga harus disterilkan secara rutin. Adapun proses sterilisasi terhadap hal-hal itu dilakukan setiap pergantian giliran kerja.

    Nah, untuk mekanisme pengiriman barang, Hongwei mengungkapkan bahwa setiap kurir wajib menggunakan masker ketika bekerja. Dan, sebelum mulai berangkat mengantarkan barang-barang ke lokasi tujuan, para kurir harus menjelani pemeriksaan rutin terlebih dahulu, minimal pengecekan suhu badan.

    Sterilisasi terhadap kerja kurir adalah kebijakan kesekian yang diterapkan Cina untuk mengontrol penyebaran virus Corona. Di Beijing, misalnya, pemerintah Cina mengharuskan setiap apotek untuk mendata pembeli obat flu dan batuk agar tercatat siapa saja pasien virus Corna yang belum menerima bantuan medis.

    Contoh lain, di Wuhan, tempat berobat diatur ulang berdasarkan simptom yang diderita pasien. Dengan kata lain, pasien yang menderita simptom batuk dan simptom demam akan memiliki tempat berobat yang berbeda.

    Pemerintah Cina optimistis pembatasan-pembatasan yang dilakukan akan mencegah epidemi virus Corona berkembang semakin parah. Malah, berdasarkan statistik terbaru dan Komisi Kesehatan Nasional Cina, angka pertumbuhan virus Corona pekan ini telah menurun drastis.

    "Saya berharap epidemi ini akan benar-benar berakhir pada April nanti," ujar Zong Nansham, penasihat medis pemerintah Cina.

    Data terbaru, angka kasus virus Corona di seluruh dunia saat ini adalah 45.171 kasus. Jumlah korban meninggal ada 1.115 orang, diikuti dengan jumlah pasien sembuh 4.771 orang.

    ISTMAN MP | WASHINGTON POST | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.