Penjualan Komoditas Amerika ke Cina Bakal Terganggu Virus Corona

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang staf yang menggunakan masker saat menyemprot lantai toko 7Fresh JD.com dengan desinfektan setelah meluasnya virus corona baru di kota Yizhuang, Beijing, Cina 8 Februari 2020. REUTERS/Tingshu Wang

    Seorang staf yang menggunakan masker saat menyemprot lantai toko 7Fresh JD.com dengan desinfektan setelah meluasnya virus corona baru di kota Yizhuang, Beijing, Cina 8 Februari 2020. REUTERS/Tingshu Wang

    TEMPO.CO, Jakarta - Penasehat Keamanan Gedung Putih Robert O’Brien pada Selasa, 11 Februari 2020, memprediksi penyebaran virus corona bisa mengurangi pembelian masyarakat Cina terhadap produk-produk pertanian asal Amerika Serikat pada tahun ini di bawah kesepakatan dagang kedua negara fase pertama.    

    “Kami berharap kesepakatan fase pertama akan membuat Cina mengimpor lebih banyak makanan dan membuka pasarnya bagi para petani Amerika Serikat, namun tentu saja selama kami memantau ini (virus corona) mungkin akan ada dampak, setidaknya pada tahun ini di sektor pembelian,” kata O’Brien, dalam sebuah acara di Dewan Atlantik. 

    Seorang wanita yang mengenakan masker melewati rak-rak kosong mie instan dan makanan kaleng, ketika orang-orang membeli persediaan makanan setelah Singapura menaikkan tingkat peringatan wabah Virus Corona menjadi status oranye, di sebuah supermarket di Singapura, 8 Februari 2020. REUTERS/Edgar Su

    Dalam kesepakatan perdagangan fase pertama, yang ditanda tangani pada 15 Januari 2020, Cina akan mendorong pembelian komoditas pertanian Amerika Serikat senilai lebih dari US$ 40 miliar atau sekitar Rp 546 triliun dalam tempo dua tahun ke depan. O’Brien mengatakan Cina telah memainkan peran dalam rantai suplai dunia dan virus corona bisa mengacaukan hal ini. 

    “Kami akan menunggu dan melihat bagaimana ini semua berjalan dan apakah suplier alternatif bisa didapatkan. Tidak diragukan lagi bahwa virus corona akan berdampak pada perekonomian Amerika Serikat dan juga dunia,” kata O’Brien.     

    Virus corona telah menyebar dengan sangat cepat dan telah menewaskan lebih dari seribu orang di Cina. Hampir 43 ribu kasus pasien terjangkit virus corona. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 319 kasus terkonfirmasi di 24 negara selain Cina, dimana 13 kasus ada di Amerika Serikat       


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.