Pakai Popok dan Pakaian Bekas, Potret Petugas Medis Virus Corona

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Di antara sekian banyak orang yang berada di Wuhan, petugas medis adalah figur yang paling rentan terkena virus Corona. Hal tersebut terlihat dari bagaimana cara mereka bekerja dan peralatan yang mereka kenakan. Tak mengherankan beberapa korban meninggal virus Corona adalah pekerja medis itu sendiri.

    Sebagai contoh, waktu istirahat petugas medis di Wuhan dibatasi hingga ke bagian buang hajat sekalipun. Petugas medis tidak diperbolehkan terlalu sering ke toilet karena saking banyaknya pasien yang harus ditangani. Alhasil, sebagian besar petugas medis di Wuhan, pusat penyebaran virus Corona, menggunakan popok.

    "Tak hanya menggunakan popok, mereka bahkan mengurangi jumlah air yang mereka minum untuk mengurangi keperluan pergi ke toilet," ujar Jiao Yahui, pejabat di Komisi Kesehatan Nasional Cina, sebagaimana dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 12 Februari 2020.

    Contoh lain, jumlah pakaian pelindung yang mereka kenakan pun dibatasi. Petugas medis diharuskan menggunakan pakaian pelindung yang sama selama 6-9 jam. Padahal, standar internasional yang berlaku, pakaian pelindung atau hazmat hanya boleh digunakan maksimal 4 jam.

    Aturan soal pakaian pelindung tersebut dikarenakan jumlahnya yang menipis. Wabah virus Corona membuat berbagai pabrik berhenti beroperasi, tak terkecuali pabrik pakaian pelindung. Menurut Komisi Kesehatan Nasional Cina, mereka kekurangan 40 ribu pakaian pelindung.

    "(Dalam kondisi normal) kami tidak akan memperbolehkan metode tersebut. Tetapi petugas medis sadar bahwa mereka tak punya pilihan lain," ujar Yahui.

    Hal itu dibenarkan oleh salah seorang doktor di Wuhan yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku bahwa dirinya dan belasan temannya sudah menderita simptom yang sama dengan pasien virus Corona seperti infeksi paru-paru dan batuk. Tetapi, tak ada pilihan lain, pasien menunggu.

    "Sebagai dokter, seharusnya kami tidak bekerja ketika kami sendiri adalah sumber infeksi. Tapi, di situasi sekarang, tak ada yang bisa menggantikan kami. Siapa yang akan melayani di garis terdepan jika kami tidak ada?" ujarnya.

    Tantangan yang dihadapi pekerja medis di Wuhan membuat pemerintah Cina mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk menggenjot produksi perlengkapan medis. Selain membuka keran pinjaman untuk produksi-produksi perlengkapan medis, mereka juga menjanjikan kemudahan perizinan untuk memulai produksi.

    Selain itu, mereka juga mendorong pabrik-pabrik perlengkapan medis yang sudah ada untuk mulai beraktivitas seperti normal. Pemerintah Cina mengklaim 3/4 manufaktur perlengkapan medis sudah mulai bekerja lagi per Senin kemarin. Jika masih kurang, langkah impor diambil.

    "Pemerintah Cina sudah mengimpor 300 juta masker dan 3,9 juta pakaian pelindung sejak 24 Januari," sebagaimana dikutip dari Channel News Asia.

    Data terbaru, angka kasus virus Corona di seluruh dunia masih bertambah. Jumlah kasus, misalnya, menjadi 45.171 kasus per hari ini. Jumlah korban meninggal ada 1.115 orang, diikuti dengan jumlah pasien sembuh 4.771 orang.

    ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.