Penerbangan Air Europa Terganggu Badai Ciara

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Badai Ciara yang melanda Inggris dan sebagian wilayah utara Eropa pada Minggu, 9 Februari 2020 telah membuat sebuah penerbangan kesulitan melakukan pedaratan. Sumber: Twitter/mirror.co.uk

    Badai Ciara yang melanda Inggris dan sebagian wilayah utara Eropa pada Minggu, 9 Februari 2020 telah membuat sebuah penerbangan kesulitan melakukan pedaratan. Sumber: Twitter/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Badai Ciara yang melanda Inggris dan sebagian wilayah utara Eropa pada Minggu, 9 Februari 2020 mengakibatkan beberapa penerbangan pesawat terganggu. Salah satunya pesawat Air Europa dengan nomor penerbangan UX1093, yang terbang dari Ibu Kota Madrid, Spanyol dan diperkirakan akan mendarat di Bandara Schiphol, Belanda mengalami turbulensi hebat ketika akan mendarat di tengah kencangnya badai. 

    Seorang penumpang pesawat sempat berteriak ketakutan selama turbulensi, sementara 300 penumpang lainnya berusaha mengendalikan diri. 

    Air Europa berusaha melakukan pendaratan sebanyak lima kali di Bandara Schiphol namun dibatalkan pada saat-saat terakhir oleh sang pilot. Pesawat itu akhirnya berbalik dan kembali menuju Madrid, Spanyol, tempat lepas landasnya pesawat. 

    Amukan badai Ciara membuat sebuah penerbangan kesulitan mendarat pada 9 Februari 2020. Sumber: Twitter/mirror.co.uk

    Mark Haagan, salah seorang penumpang, merekam kejadian di pesawat. Dia mengatakan ada beberapa penumpang yang sedang sakit dalam penerbangan itu. 

    "Turbulensinya sangat besar. Pilot benar-benar menghentikan pendaratan dua kali pada saat terakhir sebelum akhirnya kami kembali pada ketinggian 150 meter di atas landasan. Itu sangat mengerikan," ungkapnya. 

    Haagan juga menambahkan orang - orang sempat berteriak ketakutan dan beberapa muntah - muntah. Bagasi pesawat bahkan ikut terbolak balik selama turbulensi berlangsung. 

    "Saya sudah terbiasa (naik pesawat), tetapi saya belum pernah mengalami yang seperti ini," kata Haagan. 

    Haagan yang bepergian dengan dua temannya menilai pihak penerbangan tidak bertanggung jawab karena pesawat terbang dalam keadaan cuaca buruk. Ia juga mengungkapkan kekhawatiran penumpang, terlebih dengan minimnya komunikasi antara awak kabin. 

    "Penerbangan UX1093 dari Madrid ke Amsterdam tidak dapat mendarat di bandara Schiphol karena cuaca buruk dan terpaksa kembali ke Madrid," kata juru bicara Air Europa. 

    Pihak maskapai bertanggung jawab sepenuhnya dengan melayani penumpang, memberi layanan akomodasi dan alternatif untuk memulangkan mereka pada hari berikutnya.

    SAFIRA ANDINI | MIRROR.CO.UK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.