Dua Kasus Virus Corona di Hong Kong Diduga Menyebar Lewat Pipa

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel yang mengenakan alat pelindung bersiap untuk mengevakuasi penduduk dari sebuah bangunan perumahan umum setelah pecahnya coronavirus baru, di Hong Kong, Cina 11 Februari 2020. Empat orang dievakuasi dari sebuah bangunan perumahan di Hong Kong di mana seorang pria dan seorang perempuan dikonfirmasi dengan virus Corona menunjukkan gejala virus seperti flu. [REUTERS / Tyrone Siu]

    Personel yang mengenakan alat pelindung bersiap untuk mengevakuasi penduduk dari sebuah bangunan perumahan umum setelah pecahnya coronavirus baru, di Hong Kong, Cina 11 Februari 2020. Empat orang dievakuasi dari sebuah bangunan perumahan di Hong Kong di mana seorang pria dan seorang perempuan dikonfirmasi dengan virus Corona menunjukkan gejala virus seperti flu. [REUTERS / Tyrone Siu]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pihak berwenang Hong Kong mengevakuasi dan mengkarantina ratusan penghuni apartemen setelah dua orang dari lantai yang berbeda terinfeksi virus Corona.

    Dua kasus virus Corona ini memicu dugaan bahwa virus menyebar melalui gedung dan diyakini lewat pipa bocor, menurut laporan New York Times, 11 Februari 2020.

    Para pejabat dari Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong mengatakan, keputusan untuk mengevakuasi sebagian bangunan itu dibuat setelah ditemukannya pipa kamar mandi tanpa penutup di apartemen seorang pasien yang baru dikonfirmasi virus Corona, seorang perempuan berusia 62 tahun. Dia tinggal 10 lantai di bawah penghuni yang sebelumnya diketahui terinfeksi.

    Selain penghuni yang terinfeksi, empat orang lainnya yang tinggal di tiga unit berbeda menunjukkan gejala virus Corona, menurut Sophia Chan, sekretaris kesehatan Hong Kong.

    Secara keseluruhan, karantina diperintahkan untuk penghuni 23 unit Rumah Hong Mei, sebuah bangunan di Cheung Hong Estate, sebuah blok perumahan umum di bagian New Territories. Sementara South China Morning Post melaporkan 100 lebih penduduk di 35 rumah di perumahan umum tersebut dievakuasi pada Selasa dini hari.

    Dugaan ini memicu perbandingan dengan sebuah insiden pada tahun 2003 ketika 329 penduduk perumahan di Hong Kong terinfeksi SARS. Virus itu kemudian ditemukan menyebar melalui pipa yang rusak. Empat puluh dua warga yang terinfeksi meninggal.

    Petugas kesehatan di luar pintu apartemen Hong Mei House di Cheung Hong Estate, Hong Kong, 11 Februari 2020.[Felix Wong/South China Morning Post]

    Frank Chan, sekretaris untuk transportasi dan perumahan Hong Kong, membantah bahwa kasus baru-baru ini mirip dengan wabah 2003 yang menyebar lewat pipa. Dalam kasus sebelumnya, pipa berada di luar gedung dan virus SARS menyebar melalui udara.

    Pada briefing pemerintah pada hari Selasa, Profesor Yuen Kwok-yung, seorang ahli mikrobiologi di University of Hong Kong, mengatakan situasi kali ini tampaknya berbeda. Namun dia mengatakan pihak berwenang tidak mengesampingkan kemungkinan penularan virus melalui udara.

    Profesor Yuen Kwok-yung mengatakan pipa ventilasi, yang terhubung ke pipa pembuangan di kamar mandi tidak tertutup dengan benar, kemungkinan bisa membawa virus melalui kotoran ke toilet lain oleh kipas pembuangan.

    Carrie Lam, kepala eksekutif Hong Kong, mengatakan pentingnya menentukan apa yang terjadi di kompleks perumahan itu dan memerintahkan penyelidikan penularan virus Corona tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.