Eks Komandan Garda Revolusi Iran Ancam Ratakan Ibu Kota Israel

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan komandan Garda Revolusi Iran dan Sekretaris Dewan Pemantau Kelayakan Iran Mohsen Rezaei.[Tasnim News Agency]

    Mantan komandan Garda Revolusi Iran dan Sekretaris Dewan Pemantau Kelayakan Iran Mohsen Rezaei.[Tasnim News Agency]

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan pemimpin Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa Iran sedang mencari alasan untuk menyerang Israel dan meratakan Tel Aviv ke tanah.

    Mantan komandan IRGC itu juga menyalahkan Israel karena diduga membantu AS membunuh komandan tertinggi Qassem Soleimani.

    Mohsen Rezaei berbicara kepada stasiun TV al-Mayadeen yang berafiliasi dengan Hizbullah Lebanon pada hari Sabtu, ketika ditanya apakah Iran akan menyerang Israel jika terjadi perang dengan AS.

    "Anda seharusnya tidak ragu tentang ini. Kami pasti akan meruntuhkan Tel Aviv ke tanah. Kami telah mencari dalih seperti itu," kata Rezaei yang diterjemahkan oleh Middle East Media Research Institute (MEMRI) dan dirilis Senin, dikutip dari Times of Israel, 11 Februari 2020.

    Rezaei, sekretaris Dewan Pemantau Kelayakan Iran, dianggap sebagai politisi top dan penasihat bagi Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

    "Jika mereka (AS) melakukan sesuatu, kita dapat menggunakannya sebagai dalih untuk menyerang Israel, karena Israel memainkan peran dalam kematian Jenderal Soleimani," katanya, menyalahkan Israel karena memberi informasi kepada orang-orang Amerika karena telah mengirim orang Amerika ke lokasi Soleimani.

    "Kami sedang menunggu orang Amerika memberi kami alasan untuk menyerang Tel Aviv, sama seperti kami menyerang Ayn Al-Assad," katanya merujuk pada pangkalan militer AS di Irak yang diserang rudal Iran.

    Tentara AS melihat lokasi pangkalan udara Ain al-Asad yang hancur akibat hantaman rudal Iran di provinsi Anbar, Irak, 13 Januari 2020. AS membunuh Qasem Soleimani di Bandara Internasional Baghdad, Irak. REUTERS/John Davison

    Ini bukan pertama kalinya Rezaei mengancam akan menghancurkan kota-kota Israel. Pada Januari Rezaei juga mengatakan Iran akan menyerang Haifa dan pusat militer Israel sebagai balasan atas kematian Soleimani.

    Menyusul serangan Iran di pangkalan AS dan mengulangi ancaman Iran, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperingatkan Iran agar tidak menyerang Israel.

    "Kami berdiri teguh melawan mereka yang membahayakan kehidupan kami. Kami berdiri dengan tekad dan kekuatan. Siapa pun yang mencoba menyerang kami akan menerima pukulan telak sebagai balasan," kata Netanyahu di sebuah konferensi di Yerusalem.

    Rezaei juga mengatakan Iran secara ekstensif memantau pasukan dan pengiriman AS di Timur Tengah dan dapat dengan mudah menargetkan mereka dalam konflik.

    "Secara alamiah, kami memiliki informasi yang tepat, syukur kepada Allah. Semua pangkalan Amerika berada di bawah pengawasan kami sekarang. Semua kapal induk Amerika berada di bawah kendali kami," katanya.

    "Kami tahu jumlah kapal Amerika di Samudera Hindia dan Laut Oman, dan di mana mereka berada di Teluk Persia, dan apa yang mereka miliki di Qatar dan Bahrain, dan (kami tahu tentang) aktivitas mereka di Irak," kata Rezaei.

    Dia mengatakan Iran bahkan melacak tentara AS secara individu, dan memiliki informasi tentang hotel tempat mereka menginap, siapa teman mereka dan bahkan di mana mereka mendapatkan daging dan makanan mereka.

    Dua tahun lalu Rezaei juga mengancam meratakan ibu kota Israel. Dalam pertemuan personel IRGC di Teheran pada Februari 2018, Rezaei mengatakan Tel Aviv akan dihancurkan ke tanah jika rezim Israel mengambil tindakan militer terhadap Republik Islam, dilaporkan Tasnim News Agency.

    Eks komandan Garda Revolusi Iran itu menanggapi komentar PM Israel di Konferensi Keamanan Munich, di mana Netanyahu menunjukkan puing-puing dari pesawat drone Iran dan mengancam akan menyerang Iran.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.