Tanpa Sengaja, RS di Amerika Pulangkan Pasien Virus Corona

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang AS mengevakuasi pegawai pemerintah dan orang Amerika lainnya dari ancaman virus corona di kota Wuhan di Markas Cadangan Udara Maret di Riverside County, California, 29 Januari 2020. REUTERS/Mike Blake

    Penumpang AS mengevakuasi pegawai pemerintah dan orang Amerika lainnya dari ancaman virus corona di kota Wuhan di Markas Cadangan Udara Maret di Riverside County, California, 29 Januari 2020. REUTERS/Mike Blake

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah Sakit San Diego, Amerika, tanpa sengaja memperbolehkan salah satu pasien virus Corona mereka untuk pulang ke kamp . Gara-garanya, hasil tes awal menunjukkannya bahwa ia negatif virus Corona. Belakangan, CDC (Pusat Pengendalian Penyakit) mengungkapkan bahwa pasien tersebut ternyata positif terjangkit virus Corona setelah diperiksa lebih lanjut.

    "Pagi ini, petugas CDC memberitahukan RS San Diego Public Health bahwa hasil tes lanjutan menunjukkan salah satu pasien mereka positif terjangkit virus Corona," ujar RS San Diego dalam keterangan pers mereka yang dikutip dari kantor berita Reuters, Selasa, 11 Februari 2020.

    Tak lama setelah pasien tersebut terungkap positif terjangkit virus Corona, CDC mengembalikannya ke RS San Diego untuk diperiksa lebih lanjut dan diamankan di ruang isolasi. Adapun ke depannya, jika RS San Diego ingin membebaskan pasien itu dari rumah sakit, harus dengan seizin CDC terlebih dahulu.

    Perlu diketahui, pasien virus Corona yang tanpa sengaja diperbolehkan pulang ulah RS San Diego adalah salah satu yang dievakuasi dari Wuhan. Malah, ia termasuk dalam kloter pertama yang dipulangkan dari pusat penyebaran virus Corona itu.

    Seperti peraturan penanganan virus Corona di negara lain, mereka yang dievakuasikan dari Wuhan tak boleh langsung pulang ke rumah masing-masing. Oleh CDC dan RS San Diego, mereka dikarantina di landasan udara Miramar, milik angkatan laut Amerika. Di sana, mereka harus menjalani masa karantina selama 14 hari sebelum ditentukan apakah bisa dipulangkan atau tidak.

    "Sejauh ini, pasien yang kami rawat dalam kondisi baik dan simptomnya (virus Corona) tidak terlalu gawat," ujar pihak RS San Diego.

    Hingga berita ini ditulis, total kasus virus Corona di seluruh dunia telah mencapai 43.103 kasus yang sebagian besar berada di Cina. Selain itu, ada 1018 orang yang meninggal serta 4026 yang sembuh.

    Adapun total kasus virus Corona di Amerika adalah 13 orang di mana 7 di antaranya berada di negara bagian California. Selain itu, 11 dari 13 orang tersebut adalah mereka yang sempat menetap atau berpergian ke Wuhan, Cina

    ISTMAN MP | CNN | SOUTH CHINA MORNING POST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.