Cina Lakukan Penyemprotan Jalan untuk Basmi Virus Corona

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengoperasikan kendaraan untuk menyemprtokan cairan desinfektan setelah meluasnya wabah virus corona baru di Wuhan, provinsi Hubei, China 10 Februari 2020. Korban meninggal akibat terinfeksi virus corona baru tercatat mencapai 1,013 orang. China Daily via REUTERS

    Pekerja mengoperasikan kendaraan untuk menyemprtokan cairan desinfektan setelah meluasnya wabah virus corona baru di Wuhan, provinsi Hubei, China 10 Februari 2020. Korban meninggal akibat terinfeksi virus corona baru tercatat mencapai 1,013 orang. China Daily via REUTERS

    TEMPO.COBeijing – Otoritas di Cina mencoba menghambat penyebaran virus Corona dengan menyemprotkan cairan disinfektan ke jalanan, gedung, kendaraan dan pesawat.

    Sejumlah video muncul di media massa di Cina menunjukkan kendaraan kanon berukuran besar bergerak ke berbagai kota di Cina dan menyemprotkan asap disinfektan ke jalanan.

    “Ini tampaknya merupakan bagian dari upaya sterilisasi kota,” begitu dilansir News pada Selasa, 11 Februari 2020. Media Washington Post melansir berita ini dengan mengutip sejumlah media pemerintah komunis Cina.

    “Warga Cina mendukung cara ini. Mereka berharap ini akan membuat kota kembali aman,” begitu dilansir Global Times, yang melansir video kegiatan penyemprotani ni di akun Twitter.

    Sedangkan media Daily China melansir foto dan gambar yang menunjukkan kendaraan menyemprotkan awan putih tebal. Media itu menyebut kegiatan ini sebagai pekerjaan disinfektan secara penuh.

    Menurut Caitlin Rivers, asisten profesor bidang keamanan kesehatan di John Hopkins University, mengatakan,”Kegiatan sterilisasi dengan penyemprotan tidak biasa dilakukan untuk menghentikan infeksi yang menyebar.”

    “Virus corona bisa berada di permukaan tapi saya pikir jalanan bukan permukaan yang saya khawatirkan,” kata Rivers. Namun, kegiatan penyemprotan ini bisa dilakukan untuk membasmi nyamuk.

    Reuters melansir jumlah korban tewas akibat infeksi virus Corona mencapai sekitar seribu orang dengan sekitar 40 ribu lainnya terinfeksi di 25 negara. Tim ahli dari WHO telah tiba di Beijing pada Senin malam untuk membantu mengatasi penyebaran virus ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.