WHO Minta Semua Negara Bangun Fasilitas Diagnosa Virus Corona

Reporter

Editor

Budi Riza

Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat memindahkan pasien terinfeksi virus corona di sebuah rumah sakit di Wuhan, provinsi Hubei, Cina, 6 Februari 2020. Korban meninggal akibat terinfeksi virus corona sampai hari ini mencapai 1.013 orang. China Daily via REUTERS

TEMPO.COJenewa – Lembaga Kesehatan Dunia atau WHO mengharapkan sebanyak mungkin negara membangun fasilitas kesehatan untuk mendiagnosa virus Corona.

Virus ini berkembang pesat di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, dan menyebar ke berbagai negara lewat kontak antarmanusia.

“Ini merupakan upaya untuk menghindari penyebaran wabah virus Corona secara global,” begitu dilansir Reuters dan dikutip Channel News Asia pada Selasa, 11 Februari 2020.

Namun, upaya ini mendapat hambatan karena negara-negara di Asia dan Afrika membutuhkan sampel untuk memvalidasi obat dan alat diagnosa yang mereka buat.

“Tanpa kemampuan diagnosa yang vital, negara-negara mengalami kesulitan untuk mengetahui sejauh mana virus itu telah menyebar atau ada penyakit lain yang memiliki indikasi sama,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, kepala WHO, dalam jumpa pers di Jenewa, Swiss.

Hingga Senin pekan ini, ada 40.235 kasus infeksi virus Corona terkonfirmasi di Cina. Jumlah korban tewas telah mencapai seribu lebih. Ada 319 kasus penyebaran virus ini di 24 negara.

Sejumlah tes telah dilakukan oleh laboratorium publik. Selain itu, sejumlah perusahaan seperti Thermo Fisher Scientific Inc, GenScript Biotech Corp, dan Co-Diagnostics Inc juga ikut membuat alat diagnosa dan mengajukannya untuk mendapatkan validasi dari pemerintah.

Sedangkan perusahaan farmasi Roche mendistribusikan alat tes virus Corona, yang dirancang oleh Tib Molbiol dari Berlin. Abbott Laboratories juga sedang membuat alat diagnosa serupa.

Secara terpisah, WHO telah mengaktifkan kerja sama dengan jaringan 15 laboratorium rujukan. Selain itu, ada 168 laboratorium global yang ikut mengembangkan teknologi untuk mendiagnosa virus ini Corona ini.

Dr Mike Ryan, kepala Program Darurat WHO, mengatakan peneliti sedang mengembangkan tes antibody untuk mengetahui apakah seseorang telah terinfeksi virus ini.

Sedangkan untuk Cina, menurut Ryan, memiliki stok bahan baku memadai untuk melakukan tes diagnosa virus Corona. “Tapi mereka kekurangan tenaga laboratorium terlatih untuk melakukannya. Beban kerja di laboratorium sangat berat saat ini,” kata Ryan.






Hari Jantung Sedunia: Masih Jadi Pembunuh Nomor 1 dan Tema di 2022

21 jam lalu

Hari Jantung Sedunia: Masih Jadi Pembunuh Nomor 1 dan Tema di 2022

Setiap tanggal 29 September diperingati sebagai Hari Jantung Sedunia. Berikut ini kilas balik awal Hari Jantung Sedunia dan tema untuk 2022.


Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

1 hari lalu

Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

Covid-19 dan flu memiliki gejala yang serupa, namun terdapat perbedaan antara keduanya. Perlu memperhatikan perbedaannya.


Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

1 hari lalu

Mike Pompeo Kasih Saran Amerika soal Cina

Mike Pompeo memberikan masukan ke Amerika soal bagaimana menghadapi Cina.


Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

2 hari lalu

Investor Cina Disebut Tertarik Bangung Industri Hilirisasi Timah di Bangka Belitung

Ridwan menuturkan Indonesia adalah penghasil timah terbesar kedua di dunia. Dua investor asal Cina meliriknya.


Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

3 hari lalu

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang Mengecam Sikap Cina ke Taiwan

Kamala Harris dan Perdana Menteri Jepang mengutuk tindakan Cina di Selat Taiwan dan menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.


Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

4 hari lalu

Pacuan Teknologi Bom versus Bunker Iran dan Amerika

Beton yang semakin kuat memaksa bom-bom bunker buster semakin dahsyat. Saat ini beton yang menang?


Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

4 hari lalu

Geger Rumor Presiden Cina Xi Jinping Dikudeta

Presiden Cina Xi Jinping trending di Twitter kalau dia dikenai tahanan rumah dan dikudeta militer. Sejauh ini, kabar tersebut belum terkonfirmasi.


Aktor Drakor Lee Seung Gi Ingatkan Berlebih Asupan Garam, Apa Bahayanya?

5 hari lalu

Aktor Drakor Lee Seung Gi Ingatkan Berlebih Asupan Garam, Apa Bahayanya?

Aktor Korea Selatan Lee Seung Gi mendapatkan apresiasi Direktur Jenderal WHO, karena mengingatkan soal batas konsumsi asupan garam harian. Berbahaya?


BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

7 hari lalu

BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

BI memprediksi ekonomi global tahun depan turun jadi 2,7 persen, bahkan 2,6 persen.


OnePlus 11 Pro Dikabarkan Calon Pengguna Snapdragon 8 Gen 2, RAM 16 GB

7 hari lalu

OnePlus 11 Pro Dikabarkan Calon Pengguna Snapdragon 8 Gen 2, RAM 16 GB

Berikut bocoran spesifikasi ponsel flagship dari Cina, OnePlus 11 Pro, ini selengkapnya.