Raja Thailand Gelar Pemakaman Korban Penembakan ala Kerajaan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan warga mengikuti doa bersama untuk para korban penembakan masal di mall Terminal 21 di Nakhon Ratchasima, Thailand, 9 Februari 2020. REUTERS/Soe Zeya Tun

    Puluhan warga mengikuti doa bersama untuk para korban penembakan masal di mall Terminal 21 di Nakhon Ratchasima, Thailand, 9 Februari 2020. REUTERS/Soe Zeya Tun

    TEMPO.CO, Jakarta - Raja Thailand Maha Vajiralongkorn akan menggelar pemakaman ala kerajaan pada 29 korban tewas saat seorang tentara mengamuk pada akhir pekan lalu di wilayah utara Thailand

    “Yang Mulia Raja dan Ratu menyampaikan belasungkawa mereka dan ingin memberikan dukungan moral pada keluarga korban dan aparat pemerintah yang meninggal dalam peristiwa itu. Mereka memberikan bantuan pemakaman ala kerajaan bagi para korban,” kata Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha, Senin, 10 Februari 2020.

    Seorang anak mengikuti doa bersama untuk para korban tewas penembakan massal di mall Terminal 21 di Nakhon Ratchasima, Thailand, 10 Februari 2020. REUTERS/Soe Zeya Tun

    Dikutip dari reuters.com, mereka yang berkabung meninggalkan karangan bunga dan menuliskan pesan duka di depan Mal Terminal 21 di utara Thailand, dimana banyak korban terbunuh. Beberapa tentara, staf mal dan relawan membersihkan noda darah di depan mal Kota Nakhon Ratchasima. Ada juga yang meletakkan karangan bunga. 

    “Meskipun mereka bukan sanak saudara saya atau seseorang yang saya tahu, namun ketika saya melintasi area itu saja saya merasa tidak nyaman dengan apa yang terjadi,” kata Thanaphorn Tongweraprasert, 29 tahun, yang tinggal di sekitar mal.   

    Banyak dari mereka yang terbunuh berada di dalam mal atau tempat terakhir yang jadi incaran tentara yang mengamuk tersebut. Tentaran itu sempat bertahan dari pengepungan menggunakan senjata curian dari pangkalan militer tempatnya bertugas sebelum dia akhirnya ditembak mati oleh pasukan keamanan pada Minggu, 9 Februari 2020. 

    Tentara itu mengamuk karena sengketa lahan atau rumah dengan atasannya. Dia awalnya membunuh komandannya di sebuah rumah pribadi pada Sabtu, 8 Februari 2020. Dia kemudian pindah ke pangkalan militer tempatnya bertugas, dimana dia lalu membunuh seorang apara yang sedang berjaga dan mencuri senjata serta amunisi dari gudang senjata. 

    Pelaku lalu kabur ke sebuah kuil Budha, dimana dia membunuh sembilan orang sebelum menyetir ke mal Terminal 21 di utara Thailand. Dalam peristiwa ini, setidaknya 29 orang tewas dan 57 orang luka-luka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.