Gembala Asal Otonomi Uyghur Jual Kuda untuk Bantu Hubei

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kuda Loncat. (foto: Istimewa)

    Ilustrasi Kuda Loncat. (foto: Istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang gembala yang tinggal di wilayah otonomi Uyghur, provinsi Xinjiang menjual 11 ekor kuda miliknya dan hasil penjualan kuda itu diserahkan untuk mengatasi wabah virus Corona di provinsi Hubei, Cina.

    Membuktikan keprihatinan itu, dia menjual 11 ekor kuda senilai 88 ribu yuan atau setara dengan Rp 173 juta.

    Gembala bernama Ba Baintolle, tinggal di kota Wenquan, prefektur otonomi Bortala Mongolia.

    Menurut Baintolle, kota Wenquan telah menerima bantuan dari provinsi Hubei selama bertahun-tahun. Tepatnya kota Tongcheng di Hubei mendonasikan dana sebesar 300 ribu yuan setiap tahun untuk membantu masyarakat setempat membangun infrastruktur, memperkenalkan teknologi, serta mendirikan sekolah.

    "Saya sedih wabah virus di Hubei. Mereka telah sangat menolong kami dan sekarang waktunya kami membantu mereka," kata Baintolle sebagaimana dilaporkan Asia One, 10 Februari 2020.

    "Saya berharap warga Hubei dapat memerangi virus ini secara berani. Jangan menyerah. Hatiku tetap bersamamu meski kita terpisah ribuan mil jauhnya."

    Pria yang tinggal di wilayah otonomi Uyghur ini memiliki lebih dari 400 ekor kuda dan memiliki pendapatan sekitar 150 ribu yuan per tahun.

    Provinsi Hubei berada di bagian tengah wilayah Cina dengan beribukotakan Wuhan. Virus Corona pertama kali ditemukan di Wuhan pada Desember 2019 lalu. Dari 900 orang yang tewas akibat wabah virus Corona di Cina, jumlah korban tewas terbanyak ditemukan di Wuhan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.