30 Warga Filipina Dievakuasi dari Pusat Virus Corona

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja membuat tempat tidur yang diubah menjadi rumah sakit darurat akibat wabah virus corona baru di Stadion Hongshan di Wuhan, provinsi Hubei, Cina, 4 Februari 2020. Total kematian akibat wabah virus corona di seluruh dunia mencapai 636 orang. China Daily via REUTERS

    Seorang pekerja membuat tempat tidur yang diubah menjadi rumah sakit darurat akibat wabah virus corona baru di Stadion Hongshan di Wuhan, provinsi Hubei, Cina, 4 Februari 2020. Total kematian akibat wabah virus corona di seluruh dunia mencapai 636 orang. China Daily via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Filipina menjadi yang selanjutnya dievakuasi dari pusat penyebaran virus Corona, Wuhan, Hubei. Mereka dipulangkan ke rumah hari ini, Ahad, 9 Februari 2020.

    "29 dewasa dan satu bayi diterbangkan dengan pesawat charter yang diurus oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan Filipina. Mereka tiba di landasan udara Clark Air Base, 40 mil dari ibu kota Filipina, Manila," sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters.

    Sama seperti proses evakuasi oleh negara lain, mereka yang tiba di Filipina tak bisa langsung pulang ke rumah masing-masing. Mereka harus dikarantina dahulu selama 14 hari di kompleks permukiman atlit yang berlokasi di New Clark, provinsi Tarlac.

    Perlu diketahui bahwa 30 orang yang dievakuasi tersebut belum seluruh warga negara Filipina di Hubei. Berdasarkan data dari Pemerintah Filipina, total ada 300 warga Filipina di Hubei. Namun, tidak semuanya mau dievakuasi.

    Mengacu pada data dari South China Morning Post, total ada 37.552 kasus virus Corona di seluruh dunia saat ini. Mayoritas kasus berasal dari Cina di mana jumlah di sana mencapai 37.198 kasus.

    Untuk korban meninggal, angka terbaru adalah 813 orang. Adapun jumlah pasien yang telah sembuh dari virus Corona adalah 2.152 orang.

    ISTMAN MP | REUTERS | SOUTH CHINA MORNING POST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.