Pelaku Penembakan di Thailand Tewas Ditembak

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi Jakrapanth Thomma saat melakukan aksi penembakan brutal yang tertangkap kamera CCTV pusat perbelanjaan Terminal 21 pada Sabtu, 8 Februari 2020. Melansir dari Reuters, petugas akhirnya menembak mati pelaku pada Ahad, 9 Februari 2020 setelah memburu pelaku yang sempat bersembunyi di basement mal. REUTERS

    Aksi Jakrapanth Thomma saat melakukan aksi penembakan brutal yang tertangkap kamera CCTV pusat perbelanjaan Terminal 21 pada Sabtu, 8 Februari 2020. Melansir dari Reuters, petugas akhirnya menembak mati pelaku pada Ahad, 9 Februari 2020 setelah memburu pelaku yang sempat bersembunyi di basement mal. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Aksi pelaku penembakan di Thailand, Jakrapanth Thomma (32), akhirnya berhasil dihentikan pada pukul 09.00 waktu setempat. Satuan militer Second Army Region Thailand menembak mati Thomma di Terminal 21 Mall, Nakhon Ratchasima, setelah yang bersangkutan membunuh puluhan pengunjung mall.

    "Kami turut beduka untuk keluarga dan kerabat korban," ujar Letnan Jenderal Thanya Kriatisarn, komandan dari Second Army Region, sebagaimana dikutip dari Washington Post, Ahad, 9 Februari 2020.

    Hingga berita ini ditulis, pemerintah Thailand mengkonfirmasi bahwa korban tewas ada 20 orang, mengkoreksi pernyataan sebelumnya bahwa ada 21 orang meninggal. Selain itu, 42 pengunjung mengalami luka luka dan 21 di antaranya sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

    Adapun aksi Thomma dimulai pada hari Sabtu lalu, pukul 15.00 waktu setempat. Thomma melepas tembakan di rumahnya dahulu, kemudian di sebuah kamp militer, dan terakhir di mall. Sembari melepas tembakan ke orang-orang, Thomma mengunggah aksinya secara live di media sosial facebook.

    Saat ini, pihak Kepolisian Thailand masih melakukan pemeriksaan di lokasi. Mereka mengumpulkan segala bukti yang ada. Adapun motif dari Thomma belum diketahui meski diduga ia melakukannya sebagai balas dendam berdasarkan unggahannya di media sosial.

    "Kematian tidak terhindarkan untuk semua," tulis Thomma di Facebook. Selain itu, ia juga menulis "Apakah aku harus menyerah?" sebelum akun Facebooknya diblokir karena memuat konten yang tidak pantas.

    "Kami masih tidak tahu kenapa ia melakukannya. Sepertinya ia sakit jiwa," ujar jubir Kementerian Pertahanan Thailand, Kongcheep Tantrawanit, perihal aksi penembakan di Thailand.

    ISTMAN MP | WASHINGTON POST | AL JAZEERA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.