Dewan Negara Penghasil Kelapa Sawit Soroti Kebijakan Uni Eropa

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja menurunkan kelapa sawit dari sebuah truk di pabrik kelapa sawit di Salak Tinggi, di luar Kuala Lumpur, Malaysia, 4 Agustus 2014. [REUTERS / Samsul Said / File Foto]

    Seorang pekerja menurunkan kelapa sawit dari sebuah truk di pabrik kelapa sawit di Salak Tinggi, di luar Kuala Lumpur, Malaysia, 4 Agustus 2014. [REUTERS / Samsul Said / File Foto]

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Negara-negara Penghasil Kelapa Sawit atau CPOPC pada Jumat, 7 Februari 2020, menggelar Forum on 3-MCPD and GE untuk mendukung keamanan pangan dan kesehatan masyarakat.

    Forum ini juga bertujuan merespon regulasi yang sedang diproses di institusi pembentuk regulasi Uni Eropa tentang dua batasan terpisah pada jumlah senyawa 3-MCPD dan 3-MCPD lemak ester di minyak nabati, sekaligus menjadi platform berbagi informasi dan pelajaran dari upaya mitigasi pembentukan 3-MCPD and GE di rantai pasokan industri 

    Forum dibuka Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan dihadiri oleh para Duta Besar dan perwakilan negara-negara penghasil kelapa sawit serta perwakilan kedutaan dan misi yang berkedudukan, diantaranya dari Malaysia, Kolombia, Guatemala, Thailand, Brazil, Peru, Nigeria dan Uni Eropa. Forum juga dihadiri oleh lebih dari 470 partisipan dari industri pengolahan makanan dan minyak sawit, kalangan perdagangan, penelitian dan pengembangan produk-produk minyak sawit di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan India. 

    Dalam pidato pembukaan, Menko Airlangga menyampaikan Forum ini merupakan bagian dari upaya merespons isu-isu terkait keamanan makanan, secara khusus berkenaan dengan pencapaian standar yang dapat diterima.

    Merujuk pada kebijakan yang tengah digodok oleh Uni Eropa terkait penetapan dua batas maksimum Free 3-monochloropropanediol (3-MCPD) dan fatty esters 3-MCPD, Menko Airlangga Hartarto menilai aturan tersebut diskriminatif lantaran berlawanan dengan manajemen risiko kontaminan yang lazim berlaku. 

    “Apabila satu batas dinyatakan ‘aman’, seharusnya batas aman itu dapat berlaku untuk seluruh jenis,” kata Airlangga.   

    Minyak berada pada kategori yang sama. Maka penetapan batas aman seyogianya didasarkan pada kepentingan masyarakat sebagai konsumen, dan alasan untuk melindungi pasar domestik dan internasional.  

    Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka Forum on 3-MCPD and GE. Sumber: suci

    Sedangkan Direktur Jenderal Kesehatan dan Konsumen Komisi Eropa, Frans Verstraete, menyampaikan Uni Eropa menerapkan sejumlah prinsip yang mengatur kontaminan dalam pakan dan makanan untuk mencapai perlindungan tingkat tinggi atas kesehatan manusia dan hewan.

    Verstraete juga menyatakan bahwa untuk mencapai perlindungan tingkat tinggi atas kesehatan manusia dan hewan, Uni Eropa akan menerapkan undang-undang berdasarkan analisa risiko sebagai acuan untuk manajemen pengambilan indikator-indikator risiko terkait keamanan makanan. 

    Forum on 3-MCPD and GE  juga ditujukan sebagai wadah berbagi informasi tentang upaya-upaya yang sedang dan sudah dilakukan oleh berbagai pihak untuk mencegah pembentukan 3-MCPD dan GE dalam mata rantai industri. Sekretariat CPOPC berencana mengadakan sejumlah forum serupa untuk menginformasikan, melibatkan dan mempersiapkan kalangan industri kelapa sawit agar memenuhi standar keamanan makanan dan perlindungan kesehatan masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.