Pesawat Jatuh, Pengacara Korban Rencana Gugat Iran Rp 15 T

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bunga-bunga dan foto-foto para korban pesawat penumpang Ukraina yang jatuh di Iran terlihat pada upacara peringatan di Universitas Alberta, Edmonton, Alberta, Kanada, 12 Januari 2020. REUTERS/Candace Elliott

    Bunga-bunga dan foto-foto para korban pesawat penumpang Ukraina yang jatuh di Iran terlihat pada upacara peringatan di Universitas Alberta, Edmonton, Alberta, Kanada, 12 Januari 2020. REUTERS/Candace Elliott

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pengacara dari Kanada akan mengupayakan jalur class action untuk mendapatkan setidaknya US$ 1,1 miliar atau Rp 15 triliun uang kompensasi bagi keluarga korban pesawat jatuh Ukraine International Airlines PS 752 yang tak sengaja tertembak rudal Iran. Gugatan class action ini menuntut Pemerintah Iran, Pemimpin Iran tertinggi, Garda Revolusi Iran dan beberapa tergugat lainnya. 

    Iran sebelumnya telah mengakui tak sengaja menembak jatih pesawat asal Ukraina bernama Ukraine International Airlines PS 752 pada 8 Januari 2020. Musibah itu menewaskan 176 orang dalam pesawat, yang diantaranya 57 warga negara Kanada.  

    Puing-puing pesawat komersial Ukraina International Airlines PS 752 berpenumpang 176 orang yang jatuh setelah lepas landas dari bandara Iran Imam Khomeini, di pinggiran Teheran, Iran, 8 Januari 2020. Angkatan bersenjata Iran akhirnya mengaku telah tak sengaja menembak jatuh pesawat tersebut dikarenakan kesalahan manusia. Nazanin Tabatabaee/WANA-REUTERS

    Dikutip dari reuters.com, penggugat utama dalam kasus ini bersifat anonim, yang sebelumnya diidentifikasi sebagai John Doe, dan digambarkan sebagai keluarga dekat bagi korban yang diidentifikasi sebagai Jack Doe. Dalam gugatan ditulis, identitas keluarga korban yang mengajukan gugatan class action harus dilindungi karena berisiko menempatkan keluarga yang keturuan Iran, berada dalam risiko bahaya yang diduga bisa dilakukan oleh rezim Iran.  

    Dalam gugatan ditulis jatuhnya pesawat karena tindakan terorisme yang disengaja. Otoritas Iran pada Jumat, 7 Februari 2020 belum mau berkomentar atas hal ini karena pemerintahan setiap Jumat libur.    

    Gugatan class action ini dipimpin oleh Jonah Arnold dan ayahnya Mark Arnold mewakili beberapa keluarga korban. Jonah mengatakan memberikan sebuah suara bagi keluarga korban dan mengupayakan uang kompensasi bagi mereka adalah tujuan utama. 

    Selain pemimpin Iran tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, nama lain dalam gugatan class action adalah beberapa komandan tinggi Garda Revolusi Iran, termasuk unit yang bertanggung jawab menembak pesawat Ukraine International Airlines, Amirali Hajizadeh.        


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.