Raja Salman Berikan Bantuan ke Cina untuk Hadapi Virus Corona

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden China Xi Jinping, berjabat tangan dengan Pangeran Saudi Arabia Salman bin Abdul Aziz saat mereka berpose untuk foto di Balai Agung Rakyat, Beijing, China (13/3). (AP/Lintao Zhang, Pool)

    Presiden China Xi Jinping, berjabat tangan dengan Pangeran Saudi Arabia Salman bin Abdul Aziz saat mereka berpose untuk foto di Balai Agung Rakyat, Beijing, China (13/3). (AP/Lintao Zhang, Pool)

    TEMPO.CO, Jakarta - Raja Salman memberikan bantuan hadapi virus Corona kepada Cina selama percakapan telepon dengan Presiden Xi Jinping pada Kamis.

    Menurut laporan Arab News, 7 Februari 2020, Raja Salman memerintahkan King Salman Humanitarian Aid and Relief Center untuk menyediakan bantuan bagi Cina untuk menghadapi krisis.

    Selain bantuan materiil, Raja Salman menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mereka yang telah meninggal karena virus dan berharap mereka yang memiliki pemulihan cepat.

    Presiden Xi Jinping berterima kasih kepada Raja Salman atas dukungannya dan mengatakan bahwa Beijing memiliki pengalaman yang cukup untuk menangani wabah tersebut.

    Dilaporkan Xinhua, selama percakapan telepon mereka, Xi mengatakan bahwa dia sangat menghargai bahwa Raja Salman dan pihak Saudi telah berulang kali menyatakan dukungan tegas mereka kepada Cina pada saat memerangi epidemi virus Corona.

    Para pasien yang telah dinyatakan sembuh melambaikan tangan salam perpisahan kepada staf medis di Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Zhengzhou di Provinsi Henan, Cina, 4 Februari 2020. Xinhua/Li An

    Presiden Xi Jinping juga menjamin kesehatan dan keselamatan semua warga negara asing di Cina di tengah wabah virus Corona, termasuk warga Arab Saudi, dan akan terus mengambil langkah-langkah efektif untuk menjamin pekerjaan dan kondisi kehidupan mereka, kata Xi.

    Otoritas kesehatan Cina melaporkan korban meninggal bertambah 73 orang pada Kamis, dengan 69 korban ada di provinsi Hubei, menurut angka resmi yang dirilis Jumat pagi, dikutip dari South China Morning Post. Laporan terbaru ini menambah angka kematian di Cina daratan menjadi 636 korban jiwa.

    Kasus yang baru dikonfirmasi naik 3.143, sehingga total kasus infeksi virus Corona menjadi 31.161 kasus di Cina, menurut data yang dirilis pada Jumat pagi oleh Komisi Kesehatan Nasional Cina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.