Cerita Penumpang Kapal Pesiar yang Terjebak karena Virus Corona

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang melihat dari kabin kapal pesiar Diamond Princess, setelah 10 penumpang terinfeksi virus corona saat tiba di pelabuhan Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, 6 Febrauari 2020. Sebanyak 2.666 penumpang dan 1.045 awak di kapal itu akan dikarantina. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Penumpang melihat dari kabin kapal pesiar Diamond Princess, setelah 10 penumpang terinfeksi virus corona saat tiba di pelabuhan Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, 6 Febrauari 2020. Sebanyak 2.666 penumpang dan 1.045 awak di kapal itu akan dikarantina. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapal pesiar Diamond Princess yang mengangkut 2.666 penumpang dan 1.045 awak masih dikarantina di lepas pantai Yokohama, Jepang, setelah ditemukan suspek virus Corona.

    Para pejabat medis pergi ke tiap kamar untuk memeriksa suhu dan kondisi kesehatan setiap penumpang, kata kementerian kesehatan Jepang, dikutip dari New York Times, 7 Februari 2020.
    Beberapa penumpang dilaporkan merasa sakit dan tes untuk memeriksa apakah mereka tertular virus akan memakan waktu empat hingga lima jam, kata kementerian.

    Hingga Kamis pejabat kesehatan Jepang memeriksa 273 penumpang. Mereka mengatakan 61 di antaranya dinyatakan positif virus Corona. Para penumpang yang dinyatakan positif diturunkan dari kapal pesiar dan dibawa ke fasilitas medis.

    "Saya terus mendengar batuk yang menyakitkan dari orang asing di kamar sebelah," tulis seorang penumpang di Twitter. Dia mengatakan awak kapal mengantarkan makanan ke tiap kamar. "Saya mungkin terinfeksi hari ini atau besok."

    Penumpang lain menulis dia melihat logistik disiapkan di pelabuhan dan ambulans juga telah disiagakan. Yang lain mengatakan awak hiburan kapal pesiar telah dipanggil untuk menghibur penumpang. Semua keperluan dasar, termasuk tisu toilet juga didistribusikan.

    Beberapa penumpang juga mengutip surat yang dikirim ke kamar mereka, berisi pemberitahuan bahwa pihak operator kapal sedang bernegosiasi dengan pejabat karantina Jepang, agar kelompok kecil orang diizinkan ke geladak untuk menghirup udara segar.

    "Saya sangat menantikannya," kata Yardley Wong, seorang penumpang di ruangan tanpa jendela. Dia bepergian dengan putranya yang berusia 6 tahun. Dia mengatakan telah mendapat izin pertama ke geladak bersama penumpang yang tinggal di kamar tak berjendela.

    Kapal pesiar, Diamond Princess, dengan total sekitar 3.700 penumpang dan awak, tiba di Yokohama pada Senin malam setelah perjalanan 14 hari ke Asia Tenggara. Mereka telah dipaksa untuk tetap di kapal sejak seorang pria Hong Kong berusia 80 tahun yang turun bulan lalu dinyatakan positif virus Corona.

    Sejumlah petugas menggunakan pakaian pelindung saat berada dekat kapal pesiar Diamond Princess, setelah 10 penumpang terinfeksi virus corona saat tiba di pelabuhan Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, 6 Febrauari 2020. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Princess Cruises, perusahaan pemilik Diamond Princess, telah membatalkan pelayaran dua kapal pesiar lainnya yang berangkat dari Yokohama bulan ini.

    Meskipun pejabat Jepang telah bergerak cepat untuk merespons kasus ini, mereka khawatir betapa mudahnya seorang pasien yang tanpa sadar terinfeksi virus dan menularkannya ke orang lain.

    Otoritas kesehatan mengatakan pasien dapat menularkan virus walaupun tidak menunjukkan gejala. Masa inkubasi virus Corona diyakini sekitar 14 hari. Namun, para peneliti masih bekerja untuk menentukan apakah virus Corona Wuhan dapat menyebar melalui rute fecal-oral, yang menjadi faktor penting dalam menentukan seberapa jauh infeksi virus itu, kata Dr. John Nicholls, seorang profesor klinis dalam patologi di University of Hong Kong, dikutip dari CNN.

    Diamond Princess bukan satu-satunya kapal pesiar yang terjebak dalam epidemi virus Corona, yang telah menewaskan ratusan orang di Cina. Sebuah kapal bernama World Dream bersauh di Terminal Kapal Kai Tak di Hong Kong setelah dilaporkan ada delapan orang dari Cina daratan terinfeksi virus Corona.

    Kapal pesiar World Dream, yang mengangkut sekitar 3.600 penumpang dan awak, telah melakukan perjalanan dari Cina ke Vietnam pada Januari. Kapal pesiar itu sedang ditahan di Pelabuhan Victoria Hong Kong ketika pejabat kesehatan memeriksa penumpang, dan seorang pejabat tinggi mengatakan pemeriksaan penumpang kapal belum selesai.

    Minggu lalu sekitar 6.000 penumpang di kapal pesiar Italia dikarantina setelah dua penumpang diduga terjangkit virus Corona. Kementerian kesehatan Italia mengatakan tes menunjukkan bahwa keduanya mengidap virus flu yang berbeda, dan bukan virus Corona yang telah menyebar ke seluruh Cina.

    SAFIRA ANDINI | NEW YORK TIMES | DIAMOND PRINCESS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.