Biksu di Thailand Gunakan Jubah dari Botol Plastik

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perempuan di Thailand menjahit jubah dari bahan botol plastik untuk para biksu

    Seorang perempuan di Thailand menjahit jubah dari bahan botol plastik untuk para biksu

    TEMPO.CO, Jakarta - Biksu-biksu di Thailand tidak ingin ketinggalan menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dan sustainable. Dibandingkan membeli jubah dari kain tekstil, mereka memilih untuk membuatnya sendiri dengan memanfaatkan botol plastik bekas.

    Adalah biksu dari kuil Wat Chak Daeng, Bangkok, yang menerapkan gaya hidup ramah lingkungan tersebut. Pada awalnya, mereka hanya berupaya membersihkan sungai Chao Phraya dari limbah plastik. Namun, belakangan, mereka mendaur ulang botol plastik yang dikumpulkan menjadi serat polyester agar bisa digunakan untuk membuat jubah.

    "Saya hanya menjalankan ajaran Budha yang kebetulan beririsan dengan upaya menekan pencemaran lingkungan," ujar Phra Maha Pranom Dhammalangkaro (54), salah satu biksu di Wat Chak Daeng, yang dikutip dari kantor berita Reuters, Kamis, 6 Februari 2020.

    Kegiatan para biksu Wat Chak Daeng mendaur ulang botol plastik, menurut Dhammalangkaro, sudah berjalan dua tahun terakhir. Dan, dalam periode tersebut, kurang lebih 40 ton botol plastik telah didaur ulang menjadi 800 jubah biksu.

    Nah, untuk membuat satu jubah biksu, dibutuhkan minimal 1 kilogram botol plastik. Namun, karena tidak setiap hari ada botol plastik yang bisa didaur ulang, Dhammalangkaro mengatakan dirinya bersedia menerima persembahan berupaya kumpulan botol plastik. Sebagai gantinya, kata ia, jemaat yang membawa botol plastik akan Ia berkati dengan doa.

    "Menyumbangkan 1 kilogram botol plastik sudah bisa membuat satu set jubah untuk biksu. Itu nilainya lebih tinggi, baik secara finansial mauapun manfaat," ujar Dhammalangkaro

    Untuk memastikan kegiatan mendaur ulang botol plastik bisa terus berjalan, kuil Wat Chak Daeng mengundang ibu rumah tangga, pensiunan, dan penyandang disabilitas untuk ikut dalam kegiatan daur ulang. Hasil jubah buatan mereka kemudian dijual dengan harga 2000 hingga 5000 ribu Baht atau setara dengan Rp876 ribu - Rp2,19 juta per jubah.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?