Pria Perkosa Balita di Kedutaan AS di India Terancam Dihukum Mati

Ilustrasi kekerasan terhadap anak. Vigilantcitizen.com

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria memperkosa balita di halaman luar Kedutaan AS di New Delhi, India. Pria ini terancam dijatuhi hukuman mati. 

Menurut laporan CNN, anak balita itu sedang bermain-main di halaman luar Kedutaan AS. Pelaku berusia 25 tahun itu kemudian menghampiri anak perempuan ini, membujuknya dan memperkosanya.

Menurut Eish Singhal, Wakil Komisioner kepolisian Delhi, pelaku merupakan tetangga keluarga korban. Sehingga anak balita itu dengan mudah mengenali pelaku.

"Dia mampu mengidentifikasi dia dan tidak ada keraguan soal ini," kata Singhal.

Orang tua korban bekerja sebagai karyawan di Kedutaan AS. Peristiwa pemerkosaan ini mengagetkan staf Kedutaan AS.

"Kami sangat terganggu dengan dugaan pelanggaran ini. Kami segera mengambil tindakan ketika kami diberitahu mengenai tuduhan itu, dan membawa peristiwa ini menjadi perhatian polisi. Tentu saja, kami bekerja sama sepenuhnya dengan mereka," kata juru bicara Kedutaan AS kepada CNN.

Kasus pemerkosaan balita di halaman Kedutaan AS di New Delhi tinggal menunggu jadwal sidang pengadilan.

Pemerkosaan di India sudah tahap sangt mengkhawatirkan. Gangster brutal yang memperkosa seorang perempuan pada tahun 2020 telah membuat masyarakat internasional mengutuk peristiwa itu.

Parlemen India pun melakukan amandemen sejumlah undang-undang untuk menjerat pelaku pemerkosaan.

Amandemen undang-undang terbaru menghukum mati pemerkosa anak-anak di bawah usia 12 tahun.

Menurut data kepolisian India, setiap hari sekitar 100 kasus perkosaan dilaporkan ke polisi setiap hari. Lebih dari 32 ribu kasus pemerkosaan dilaporkan terjadi di India. Namun menurut para ahli jumlah itu lebih besar.

Berdasarkan penelusuran kasus pemerkosaan di India, balita diperkosa di kompleks kedutaan merupakan peristiwa pertama di negara itu. 






Bus Masuk Jurang di India, Sedikitnya 25 Orang Tewas

3 jam lalu

Bus Masuk Jurang di India, Sedikitnya 25 Orang Tewas

25 orang tewas setelah sebuah bus dengan lebih dari 40 penumpang jatuh ke jurang sedalam 500 meter di Uttarakhand, India.


Satu Keluarga Keturunan India Menghilang, Terduga Penculik Coba Bunuh Diri

8 jam lalu

Satu Keluarga Keturunan India Menghilang, Terduga Penculik Coba Bunuh Diri

Seorang pria yang diduga penculik sebuah keluarga dari California, AS, ditahan etelah mencoba untuk bunuh diri.


Bencana Longsor Salju di Himalaya, 4 Tewas dan Puluhan Pendaki Hilang

10 jam lalu

Bencana Longsor Salju di Himalaya, 4 Tewas dan Puluhan Pendaki Hilang

Korban merupakan bagian dari sekelompok peserta pelatihan pendakian gunung yang terkena longsoran salju di Himalaya.


Bencana Longsor di Himalaya, 10 Pendaki Tewas

14 jam lalu

Bencana Longsor di Himalaya, 10 Pendaki Tewas

Sepuluh pendaki tewas tertimbun longsoran salju di Pegunungan Himalaya, India, dan belasan lainnya masih dicari.


4 Pendaki Tewas dan Beberapa Hilang Terkena Longsor di Himalaya

22 jam lalu

4 Pendaki Tewas dan Beberapa Hilang Terkena Longsor di Himalaya

Sedikitnya empat tewas dan beberapa lainnya masih hilang di Himalaya, yang masuk wilayah India, setelah sekelompok 41 pendaki terkena longsoran salju


Citroen Hadir Kembali Via Indomobil, Ini Sejarahnya di Indonesia

1 hari lalu

Citroen Hadir Kembali Via Indomobil, Ini Sejarahnya di Indonesia

Merek Prancis Citroen memboyong tiga model mobil baru di Indonesia, yakni Citroen C5 Aircross, New C3, dan mobil listrik e-C4.


Ada Ancaman Bom di Pesawat Iran, India Kerahkan Jet Tempur

2 hari lalu

Ada Ancaman Bom di Pesawat Iran, India Kerahkan Jet Tempur

Jet-jet tempur India dikerahkan pada Senin 3 Oktober 2022 setelah adanya laporan bom di atas sebuah pesawat maskapai Iran yang tengah melintasi negara


Ponsel Flagship Google Pixel 7, Sudah Ada Harga dan Pre-order

3 hari lalu

Ponsel Flagship Google Pixel 7, Sudah Ada Harga dan Pre-order

Sekitar seminggu menjelang rilis resmi perangkatnya, info harga ponsel terbaru Google, seri Pixel 7, telah beredar.


Larangan Aktivitas Bisnis di Sekitar Taj Mahal, Ratusan Pelaku Usaha Terancam

5 hari lalu

Larangan Aktivitas Bisnis di Sekitar Taj Mahal, Ratusan Pelaku Usaha Terancam

Perintah Mahkamah Agung akan mempengaruhi setidaknya 500 gerai komersial di sekitar Taj Mahal.


PBNU Ungkap Alasan Undang Organisasi Hindu Sayap Kanan India ke Forum R20

5 hari lalu

PBNU Ungkap Alasan Undang Organisasi Hindu Sayap Kanan India ke Forum R20

Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf mengatakan sedang dalam proses membangun dialog dengan pemerintah India dan organisasi Hindu RSS.