Tencent Sempat Rilis Jumlah Tewas di Wuhan 24.589 Orang, namun..

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tencent, media berita online terbesar Cina, menyajikan data jumlah tewas dan terinfeksi virus Corona jauh lebih besar dibandingkan data resmi pemerintah. [TAIWAN NEWS]

    Tencent, media berita online terbesar Cina, menyajikan data jumlah tewas dan terinfeksi virus Corona jauh lebih besar dibandingkan data resmi pemerintah. [TAIWAN NEWS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Media berita online terbesar Cina, Tencent, menyajikan jumlah data kematian dan yang terinfeksi virus Corona di Wuhan jauh melebihi angka resmi yang dirilis pemerintah Cina.

    Tencent pada tanggal 26 Januari 2020 dalam hasil liputannya yang diberi judul Epidemic Situation Tracker menunjukkan jumlah korban infeksi virus Corona yang tewas di Wuhan mencapai 24.589 orang dan korban yang terinfeksi di kota itu sebanyak 154.023 orang.

    Seperti dilaporkan Taiwan News.com, 5 Februari 2020, Tencent memuat data itu pada tanggal 1 Februari 2020 jam 11 malam 39 menit dan 4 detik.

    Setelah beberapa saat kemudian, media berita online yang dimiliki konglomerat multinasional Cina itu, mengganti data tersebut sesuai dengan data yang dirilis pemerintah Cina, yakni 304 orang tewas dan 14.446 kasus terinfeksi virus Corona di Wuhan.

    Seorang netizen Taiwan, Hiroki Lo kemudian melaporkan bahwa sebelum data diubah mengikuti data pemerintah Cina, Tencent dan NetEase sempat mengunggah kata: statisitik tidak dimodifikasi.

    Perbedaan data yan dirilis Tencent dan pemerintah memunculkan berbagai dugaan serta spekulasi.

    Ada yang menyebut sebagai teori konspirasi tanpa merinci alasannya. Namun beberapa orang menduga data ini sengaja dibocorkan jurnalis karena berseberangan dengan Beijing. Ada juga yang mengatakan ini semacam rekayasa data digital.

    Tencent tidak sendiri memberikan data yang jauh lebih tinggi dari data pemerintah Cina.

    Daily mail melaporkan, salah satu pengguna Twitter yang mengklaim sebagai analis politik berkantor di Taiwan menyajikan data yang menunjukkan jumlah kematian akibat wabah virus Corona di Cina mencapai 12,781 orang pada tanggal 27 Januari 2020 jam 8.30 malam waktu setempat. Saat yang sama, data pemerintah menyebut jumlah yang tewas sebanyak 80 orang.

    Situs Secret China juga mengutip laporan Tencent yang menyebut 2.577 orang tewas pada 26 Januari, atau lebih 30 kali lebih banyak dari data pemerintah Cina.

    Forum diskusi online yang fokus pada topik-topik yang sensitif, Pincong, menanggapi data Tencent: "Tidak tahu apakah hal ini benar, namun data ril lebih tinggi dibandingkan yang resmi. Karena sebagian besar yang menderita di Wuhan telah mengirim permintaan bantuan mereka melalui WeChat, menuding rumah sakit-rumah sakit menolak menerima mereka setelah mereka dinyatakan terinfeksi. "

    Data Tencent pun sesuai perkiraan atas hasil studi modelling ilmiah oleh Univeristas Hong Kong dan dipublikasikan di situs Lancet. Studi ini menyebutkan pada 25 Januari 2020, kemungkinan jumlah orang yang terinfeksi virus Corona mencapai 75.815 orang di Wuhan. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan data pemerintah pada tanggal 6 Februari yakni 28 ribu orang.

    Dari perhitungan tangal 25 Januari hingga 1 Februari 2020, jumlah kasus infeksi virus Corona di Wuhan saja menurut studi Universitas Hong Kong telah mencapai 150 ribu kasus. Ini artinya mendekati data Tencent yakni 154.023 kasus.

    Mendekati 12 hari sejak laporan ini dirilis, studi ini memperkirakan jumlah orang yang terinfeksi virus Corona di Wuhan mencapai 300 ribu orang.

    Hari ini, data resmi pemerintah Cina menyebutkan jumlah korban tewas akibat wabah virus Corona sebanyak 560 orang dan lebih dari 28 ribu orang terinfeksi. Sebagian besar korban tewas dan terinfeksi ditemukan di Wuhan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.