Tidak Mendukung Trump di Sidang Pemakzulan, Mitt Romney Dirisak

Presiden AS terpilih Donald Trump berjabat tangan dengan mantan Gubernur Massachusetts Mitt Romney setelah menggelar pertemuan di Trump National Golf Club di Bedminster, New Jersey, AS, 19 November 2016. REUTERS/Mike Segar

TEMPO.CO, Jakarta - Senator Republikan, Mitt Romney, menghadapi konsekuensi atas keputusannya tidak mendukung pembebasan Presiden Amerika Donald Trump dari dakwaan penyalahgunaan wewenang. Sekarang, Ia dirisak oleh simpatisan Trump dan sekutu-sekutunya, tak terkecuali keluarganya sendiri.

"Mitt harus dikeluarkan dari konferensi @SenateGOP. #expellMitt," tulis putra Trump, Donald Trump Jr., di Twitter, Rabu, 5 Februari 2020. Tak berhenti di situ, Trump Jr. melanjutkan risakannya dengan mengatakan Romney mengenakan celana yang menyerupai celana ibu-ibu.

Gedung putih tak ketinggalan memberikan tanggapan keras atas aksi Mitt Romney. "Hanya oposisi Presiden - seluruh Demokrat dan seorang kandidat presiden Republikan yang gagal - yang memberikan suara untuk dakwaan pemakzulan yang telah direkayasa," ujar sekretaris Gedung Putih, Stephanie Grisham, yang ironisnya bekerja untuk Romney pada Pemilu AS 2012.

Adapun serangan terbaru datang dari keponakan Mitt Romney sendiri yaitu Ronna McDaniel, kepala dari Dewan Nasional Republikan. Dalam pernyataannya, McDaniel mengatakan bahwa dirinya sudah terlalu sering berbeda pendapat dengan Mitt Romney dan ia yakin bahwa hal itu belum akan berakhir.

"Intinya, Presiden Trump tidak bersalah dan partai Republik lobih solid di bawah kepemimpinannya. Saya, bersama dengan GOP (Partai Republik), mendukung Presiden Trump," ujar McDaniel yang dikutip dari Washington Post.

Berlanjut atau tidaknya perisakan terhadap Mitt Romney tergantung pada kemauan Trump. Jika Trump meminta perisakan itu dihentikan, beberapa pihak menyakini Romney akan selamat. Namun, jika tidak, maka perisakan itu akan terus terjadi, setidaknya untuk beberapa waktu ke depan.

Beberapa waktu lalu, beredar kabar bahwa Trump lebih mengkhawatirkan senator Republikan Susan Collins dan Lisa Murkowski yang membelot dari keputusan Partai Republik. Namun, kenyataannya, keduanya malah ikut mendukung pembebasan Trump.

Secara terpisah, Mitt Romney mengatakan bahwa dirinya sadar betul akan menjadi target perisakan. Ia berkata, semua hal telah ia perhitungkan. "Saya sangat yakin akan mendapat perisakan dari presiden dan pendukungnya. Apakah tidak ada yang percaya bahwa saya lebih memilih untuk menepati sumpah saya ke Tuhan dibandingkan menghindari konsekuensi tersebut?" ujar Romney sebagaimana dikutip dari Washington Post.

ISTMAN MP | WASHINGTON POST | REUTERS






Berapa Lama Perbedaan Waktu Indonesia dengan Amerika? Ini Penjelasannya

2 hari lalu

Berapa Lama Perbedaan Waktu Indonesia dengan Amerika? Ini Penjelasannya

Perbedaan waktu antara Indonesia dengan Amerika cukup jauh hingga lebih dari 10 jam karena perbedaan letak astronomis.


Polisi Amerika Menahan Perempuan yang Diduga Menikam Mahasiswa Arab Saudi hingga Tewas

3 hari lalu

Polisi Amerika Menahan Perempuan yang Diduga Menikam Mahasiswa Arab Saudi hingga Tewas

Selain membunuh, terduga pelaku juga didakwa mencuri barang-barang milik mahasiswa Arab Saudi itu.


Empat Alasan Utama Badai PHK di Amerika Terus Berlanjut

7 hari lalu

Empat Alasan Utama Badai PHK di Amerika Terus Berlanjut

Pengamat dari Celios, Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan PHK di Amerika Serikat akan terus berlanjut. Ada empat penyebab.


PHK di Amerika Bulan Ini Mencapai 60 Ribu, Google dan Microsoft Pangkas Karyawan

7 hari lalu

PHK di Amerika Bulan Ini Mencapai 60 Ribu, Google dan Microsoft Pangkas Karyawan

Sekitar 60.000 karyawan di Amerika Serikat terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari 2023.


Tuntut Hillary Clinton Tanpa Bukti, Trump dan Pengacaranya Didenda Rp14 M

10 hari lalu

Tuntut Hillary Clinton Tanpa Bukti, Trump dan Pengacaranya Didenda Rp14 M

Donald Trump dan pengacaranya dihukum denda Rp14 miliar karena tanpa bukti menuntut Hillary Clinton


Partai Republik Minta Daftar Orang yang Pernah ke Rumah Joe Biden

14 hari lalu

Partai Republik Minta Daftar Orang yang Pernah ke Rumah Joe Biden

Buntut dari temuan sejumlah dokumen negara di rumah Joe Biden, politikus Partai Republik meminta data siapa saja yang pernah ke rumah itu.


TV 86 Inci LG Gampang Terguling, 56 Ribu Unit Direcall di Amerika

14 hari lalu

TV 86 Inci LG Gampang Terguling, 56 Ribu Unit Direcall di Amerika

LG menarik (recall) lebih dari 56 ribu unit televisi layar raksasanya, 86 inci, dari pasaran di Amerika mulai 12 Januari 2023.


Hakim Menolak Permintaan Trump Agar Tuduhan Perkosaan pada Jean Carroll Dibatalkan

16 hari lalu

Hakim Menolak Permintaan Trump Agar Tuduhan Perkosaan pada Jean Carroll Dibatalkan

Carroll menuding Trump telah melakukan pencemaran nama baik dan penyerangan, setelah Trump menyangkal telah melakukan perkosaan padanya


Tak Hanya Trump, Biden Ternyata Juga Menyimpan Dokumen Rahasia Negara

19 hari lalu

Tak Hanya Trump, Biden Ternyata Juga Menyimpan Dokumen Rahasia Negara

Lembaga yang didirikan Joe Biden saat menjabat wakil presiden AS era Obama ternyata menyimpan sejumlah dokumen rahasia milik negara


DPR AS Gagal Pilih Ketua, Partai Republik Tak Kompak Dukung Sekutu Trump

25 hari lalu

DPR AS Gagal Pilih Ketua, Partai Republik Tak Kompak Dukung Sekutu Trump

Partai Republik belum satu suara dalam memilih ketua DPR AS , karena sebuah faksi bertahan menentang kandidat unggulan Trump, McCarthy