Sidang Pemakzulan Tidak Berdampak ke Citra Trump

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump tiba bersama putri dan penasihat senior Ivanka Trump untuk KTT Gedung Putih tentang Perdagangan Manusia di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, AS, 31 Januari 2020. [REUTERS / Leah Millis]

    Presiden AS Donald Trump tiba bersama putri dan penasihat senior Ivanka Trump untuk KTT Gedung Putih tentang Perdagangan Manusia di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, AS, 31 Januari 2020. [REUTERS / Leah Millis]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sidang pemakzulan ternyata tidak berdampak signifikan ke Presiden Amerika Donald Trump. Berdasarkan survey terbaru dari kantor berita Reuters, citra Trump di mata warga Amerika relatif konsisten, bahwa sehari sebelum ia dinyatakan bebas dari dakwaan telah menyalahgunakan wewenang.

    "Pada polling terbaru dari Reuters, diselenggarakan pada hari Senin dan Selasa, 42 persen penduduk Amerika puas dengan kinerjanya sementara 54 persen tidak," sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Kamis, 6 Februari 2020.

    Statistik tersebut, menurut Reuters, tidak banyak berbeda dengan polling pada permulaan upaya pemakzulan Trump, September lalu. Pada saat itu, 43 persen penduduk Amerika puas dengan kinerja Trump dan 53 persen tidak. Dengan kata lain, hanya 1 persen responden polling yang berubah pikiran dari puas dengan kinerja menjadi tidak puas.

    Masih populernya Trump di antara penduduk Amerika diyakini akan membuatnya melengang dalam proses nominasi kandidat presiden Amerika dari Republikan. Bahkan, Trump sudah menyiapkan slogan baru untuk pemilu AS 2020 yang digelar pada November nanti, Trump 4EVA.

    Secara terpisah, senator Demokrat Chuck Schumer berkayakinan bahwa perang belum usai. Meski pihaknya gagal memakzulkan Trump di Senat Amerika, ia berkata masih banyak hal yang bisa dilakukan untuk membongkar praktik kotor Trump. Salah satunya dengan berjuang di persidangan untuk mendapat akses atas catatan keuangan dan dokumen-dokumen penting yang gagal terungkap di sidang pemakzulan.

    Dokumen dan catatan keuangan yang dimaksud Schumer adalah yang berkaitan dengan langkah Trump menahan bantuan militer Ukraina. Trump menahan bantuan militer dengan nilai kurang lebih 400 juta Dollar AS tersebut untuk memaksa pemerintah Ukraina memata-matai kandidat rival dari Demokrat, Joe Biden. Trump yakin betul Biden dan anaknya telah melakukan praktik korupsi di perusahaan gas Burisma.

    Upaya penahanan bantuan itulah yang menjadi amunisi Demokrat untuk memakzulkan Trump. Namun, upaya mereka gagal di sidang karena Republikan solid mendukung Trump untuk terus menjadi Presiden AS hingga Pemilu AS 2020.

    "Tentu saja Presiden Trump akan mengklaim bahwa ia bebas dari segala tuduhan. Tapi, kami tahu banyak tentang dirinya. Ia tidak benar-benar diadili dalam persidangan," ujar Schumer yang berharap segala upaya Demokrat akan memperlemah citra Trump sebelum Pemilu 2020 berlangsung.

    ISTMAN MP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.