Perempuan di Pakistan Memotong Penis Pelaku Perkosaan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi korban perkosaan yang melawan. Sumber: Getty Images/iStockphoto/mirror.co.uk

    Ilustrasi korban perkosaan yang melawan. Sumber: Getty Images/iStockphoto/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang perempuan, 28 tahun, memotong hingga putus penis seorang laki-laki yang mencoba melakukan perkosaan terhadapnya di rumahnya. Kepolisian Pakistan menjelaskan pelaku penyerangan masuk ke rumah korban ketika dia sedang sendirian dan mencoba melakukan kekerasan seksual terhadapnya.

    Dikutip dari mirror.co.uk, korban yang identitasnya tidak dipublikasi menceritakan kepada petugas kalau pelaku mencoba menguasai dirinya setelah menerobos masuk rumahnya. Perempuan itu lalu berlari ke dapur untuk mengambil sebilah pisau yang kemudian dia gunakan untuk menyerang alat kelamin pelaku. Pelaku yang terluka parah dilarikan ke rumah sakit di Kota Faisalabad di wilayah timur Pakistan.

    Ilustrasi perkosaan. prameyanews7.com

    Juru bicara Kepolisian Pakistan, Mohamed Ilyas mengatakan pada kantor berita DPA bahwa penis laki-laki tersebut sebenarnya putus saat dilawan oleh korban. Pelaku yang hendak melakukan perkosaan itu sekarang sudah keluar dari rumah sakit dan akan diinvestigasi untuk tindak kejahatan yang dilakukannya yang terjadi pada 30 Januari 2020. 

    Pemberitaan media lokal menyebut korban dan pelaku penyerangan saling mengenal. 

    Sejumlah kelompok HAM menyebut ratusan perempuan mengalami perkosaan di Pakistan setiap tahun. Namun banyak dari mereka yang tidak melanjutkan kasusnya ke persidangan sehingga pelaku perkosaan sering tidak mendapat hukuman.    


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.