Bayi Dinyatakan Positif Virus Corona 30 Jam Setelah Dilahirkan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perempuan pasien virus Corona melahirkan bayi yang sehat di rumah sakit Harbin, Cina, pada 30 Januari 2020.[China Daily/The Star]

    Perempuan pasien virus Corona melahirkan bayi yang sehat di rumah sakit Harbin, Cina, pada 30 Januari 2020.[China Daily/The Star]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang bayi yang lahir dari perempuan pengidap virus Corona dinyatakan positif virus Corona, hanya 30 jam setelah kelahirannya. Kasus ini menandai penularan pertama virus melalui kelahiran.

    Dikutip dari South China Morning Post, 6 Februari 2020, ada dua bayi terinfeksi virus, yang termuda yang baru berusia 30 jam, mengutip sumber rumah sakit.

    "Ibu dari bayi yang baru lahir adalah pasien yang dikonfirmasi dengan virus Corona. Saat ini, tanda-tanda vital bayi stabil," kata laporan yang dikutip dari televisi negara CCTV.

    Zeng Lingkong, seorang dokter senior di departemen neonatal rumah sakit, mengatakan kasus ini adalah sinyal kekhawatiran tentang kemungkinan jalur transmisi baru penularan virus Corona.

    Zeng mengatakan perempuan hamil harus menjauh dari pasien yang terinfeksi.

    Rumah Sakit Anak-anak Wuhan telah menyisihkan tempat untuk merawat perempuan hamil dengan gejala diduga virus Corona.

    Mengutip situs berita pemerintah Xinhua, bayi itu lahir pada 2 Februari di sebuah rumah sakit di Wuhan, Cina, kota tempat wabah virus Corona berasal. Ibu bayi dinyatakan positif terkena virus sebelum melahirkan, menurut Rumah Sakit Union, yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Kedokteran Tongji dari Universitas Sains dan Teknologi Huazhong.

    Bayi itu memiliki berat 3,17 kg lebih saat lahir dan sekarang dalam kondisi stabil dan dalam pengawasan medis, lapor XinhuaNet.

    Sebelum dinyatakan positif virus Corona, China Daily melaporkan bayi tersebut diberi skor 10 Apgar saat lahir dan dinyatakan sehat setelah diperiksa. Akun Twitter China Daily sempat membagikan foto sang bayi sebelum dinyatakan mengidap virus Corona.

    Sang ibu dikarantina pada 30 Januari ketika memasuki masa kehamilan 38 minggu. Sekelompok ahli obstetri, pernapasan, dan neonatologi memutuskan untuk melakukan operasi caesar untuk mencegah kondisinya memburuk.

    Semua pekerja medis yang terlibat dalam operasi tidak tertular virus dan sekarang di bawah pengawasan isolasi.

    Para ahli medis mengatakan ini merupakan kasus penularan pertama virus Corona dari ibu ke anak. Dikutip dari Reuters, stasiun televisi pemerintah CCTV memperingatkan bahwa perempuan hamil dengan virus Corona mungkin dapat menularkannya kepada anak-anak mereka yang belum lahir.

    Menurut CCTV, bayi yang terinfeksi tidak mengalami demam atau batuk, tetapi mengalami sesak napas. Sinar-X dada bayi menunjukkan tanda-tanda infeksi dan ada beberapa kelainan pada fungsi hati.

    Hingga 5 Februari, tercatat 24.648 kasus virus Corona di seluruh dunia dengan total 492 kematian. Komisi Kesehatan Nasional Cina mencatat 24.405 kasus di Cina daratan dengan 490 kematian. Dua kasus kematian virus Corona di luar Cina daratan dilaporkan terjadi di Filipina dan Hong Kong.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.