Imam di Rusia Diminta Tak Lagi Beri Berkah ke Senjata Nuklir

Pendeta di Rusia dikecam karena memberi berkah pada senjata nuklir dan senjata penghancur massa lainnya.

TEMPO.CO, Jakarta - Para imam di Rusia dihimbau oleh Gereja Orthodox Rusia agar menahan diri dari praktik-praktik memberikan berkah pada senjata nuklir dan senjata pemusnah massal lainnya yang bisa menimbulkan kehilangan nyawa tanpa pandang bulu. 

“Memberikan berkah pada senjata-senjata militer tidak merefleksikan tradisi Gereja Orthodox dan tidak sesuai dengan kontek ritus,” demikian ditulis dalam situs Gereja Orthodox Moskow, seperti dikutip dari reuters.com.

Memberikan berkah atau mensucikan senjata – senjata yang dapat membunuh orang sejumlah orang tanpa pandang bulu harus dikeluarkan dari praktik kepasturan. Permasalahan ini akan didiskusikan hingga 1 Juni mendatang dan masyarakat harus ikut berpartisipasi dalam debat itu.   

Dalam simbol yang mencolok tentang hubungan gereja dengan sektor pertahanan yang erat di Rusia, terlihat saat Angkatan Bersenjata Rusia membangun katedral mereka sendiri yang luas bertema taman militer di luar Ibu Kota Moskow. Gereja itu ditetapkan sebagai salah satu gereja Ortodoks tertinggi di dunia. 

Selama dua dekade berkuasa di Rusia, Presiden Vladimir Putin membangun hubungan secara personal dengan Gereja Orthodox, yang juga memiliki hubungan dekat dengan Kementerian Pertahanan Rusia.

Para imam di Rusia sudah lama muncul di foto-foto sedang memercikkan air suci ke kapal selam, rudal balistik, roket ruang angkasa Soyuz dan tempat lain sebagai bagian dari ritual untuk memberkahi benda-benda itu. Tetapi beberapa di antaranya akan dihentikan jika gereja menyetujui dokumen yang disusun oleh komisi Gereja Ortodoks.






Zelensky Sebut Putin Tak Akan Selamat Jika Serang Ukraina dengan Nuklir

2 jam lalu

Zelensky Sebut Putin Tak Akan Selamat Jika Serang Ukraina dengan Nuklir

Zelensky menanggapi ancaman penggunaan senjata nuklir oleh Putin.


Putin Ulang Tahun ke-70 Hari Ini, Kim Jong Un Kirim Ucapan Selamat

2 jam lalu

Putin Ulang Tahun ke-70 Hari Ini, Kim Jong Un Kirim Ucapan Selamat

:Presiden Rusia Vladimir Putin berulang tahun ke-70 hari ini. Ia mendapat ucapan selamat termasuk dari Kim Jong Un.


Kementerian Luar Negeri Belum Akui Pemerintah Bayangan di Myanmar

4 jam lalu

Kementerian Luar Negeri Belum Akui Pemerintah Bayangan di Myanmar

Kementerian Luar Negeri masih akan menunggu KTT ASEAN pada November 2022 dalam memberi pengakuan ke Pemerintah sementara Myanmar


Daftar 10 Negara Terbesar di Dunia, Indonesia Termasuk?

4 jam lalu

Daftar 10 Negara Terbesar di Dunia, Indonesia Termasuk?

10 negara terbesar di dunia berdasarkan luas wilayahnya dengan total area meliputi daratan dan daerah perairan


Biden Ingatkan Ancaman Nuklir Putin Tak Main-main: Berisiko Armageddon

4 jam lalu

Biden Ingatkan Ancaman Nuklir Putin Tak Main-main: Berisiko Armageddon

Putin disebut oleh Biden tak main-main dengan ancamannya. Ia menyatakan akan menggunakan senjata nuklir di Ukraina.


Mengenal Yandex, Mesin Pencarian Asal Rusia Pesaing Google

7 jam lalu

Mengenal Yandex, Mesin Pencarian Asal Rusia Pesaing Google

Mengenal apa itu Yandex, sejarah serta kelebihan dan kekurangan dibandingkan search engine Google.


WNI yang Masih Bertahan di Ukraina dalam Kondisi Aman

7 jam lalu

WNI yang Masih Bertahan di Ukraina dalam Kondisi Aman

Kementerian Luar Negeri RI mengkonfirmasi tidak ada WNI yang terdampak pencaplokan empat wilayah Ukraina oleh Rusia.


Ratusan Ribu Warga Rusia ke Luar Negeri Hindari Wamil ke Ukraina

12 jam lalu

Ratusan Ribu Warga Rusia ke Luar Negeri Hindari Wamil ke Ukraina

Ribuan warga Rusia membanjiri perbatasan negara-negara tetangga sejak Presiden Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi parsial pada 21 September


Rudal Rusia Hantam Apartemen di Wilayah Caplokan, Petinggi Militer Dikecam

14 jam lalu

Rudal Rusia Hantam Apartemen di Wilayah Caplokan, Petinggi Militer Dikecam

Sebuah rudal Rusia menghancurkan blok apartemen di wilayah Ukraina yang telah dicaplok Moskow hingga menewaskan tujuh orang,


Putin Akan 'Menstabilkan' 4 Wilayah Caplokan

15 jam lalu

Putin Akan 'Menstabilkan' 4 Wilayah Caplokan

Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan menstabilkan situasi di empat wilayah Ukraina yang dicaploknya,