Sudan Bangun Kerja Sama dengan Israel

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bendera Israel. Sumber: aa.com.tr

    Ilustrasi bendera Israel. Sumber: aa.com.tr

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Kedaulatan Sudan Abdel Fattah al-Burhan pada Selasa, 4 Februari 2020, mengkonfirmasi telah melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Uganda pada Senin, 3 Februari 2020. Burhan membenarkan pula pertemuan itu untuk membahas hubungan bilateral Israel – Sudan. 

    Menurut Burhan, upaya untuk mengembangkan hubungan kedua negara akan menjadi tanggung jawab otoritas di kedua negara. Dia pun meyakinkan posisi Pemerintah Sudan terhadap masalah Palestina dan hak-hak Palestina untuk mendirikan negara yang merdeka masih akan menjadi prioritas Sudan dan sikap Sudan pun masih tegas.

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu datang untuk meninjau pasukan Honor Guard dengan rekannya dari Ethiopia Abiy Ahmed selama pertemuan mereka di Yerusalem 1 September 2019. Dia tidak memiliki kewajiban hukum untuk mengundurkan diri. Namun dakwaan tersebut dapat semakin menguatkan para penantang yang berusaha mengusirnya setelah dua pemilihan yang tidak meyakinkan sejak April, dengan pemilihan ketiga yang akan diumumkan dalam beberapa minggu. [REUTERS / Ronen Zvulun / File Photo]

    Normalisasi hubungan Israel dengan Sudan akan menjadi sebuah lembaran baru bagi kedua negara. Pada 1967, negara-negara Arab berkumpul dan menerbitkan kesepakatan yang disebut ‘Three No’, yakni tidak mengakui Israel, tidak berdamai dengan Isreal dan tidak bernegosiasi dengan Isreal.  

    Sedangkan situs jpost.com mewartakan pejabat di Pemerintah Israel dan Sudan sedang menyusun tim kerja untuk memfokuskan kerja sama dua negara dan membangun hubungan diplomatik. Sudan melihat upaya normalisasi hubungan dengan Israel sebagai cara untuk juga meningkatkan hubungan dengan Amerika Serikat, yang sejak 1993 mengkategorikan Sudan sebagai sponsor utama terorisme. 

    “Pertemuan ini (dengan Israel) untuk memelihara dan menjaga keamanan nasional Sudan serta mencapai kepentingan supremasi masyarakat Sudan,” kata Burhan. 

    Burhan mengatakan Sudan masih memegang prinsip dasar soal isu Palestina dan hak-hak rakyat Palestina yang ingin mendirikan negara merdeka sesuai dengan konsensus Arab dan keputusan Liga Arab. 

    Kabar pertemuan PM Netanyahu dan Burhan memancing reaksi di Sudan, dimana negara tidak diberitahu sebelumnya soal pertemuan ini. Pertemuan kabinet Sudan pada Selasa pagi, 4 Februari 2020 mengatakan masih belum menerima kabar terbaru dari Burhan.

    Sumber di Pasukan Kebebasan dan Perubahan mengatakan kabinet telah memanggil Burhan untuk menjelaskan perihal ini. Burhan adalah Ketua Pasukan Kebebasan dan Perubahan yang mengambil tampuk kekuasaan di Sudan setelah pemimpin diktator Sudan, Omar al-Bashir, terguling dari kekuasaan pada tahun lalu.   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.