Dokter Wuhan yang Peringatkan tentang Virus Corona Terinfeksi

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter Wuhan, Li Wenliang, di tempat perawatan intensif dengan dukungan oksigen setelah tertular virus Corona.[CNN]

    Dokter Wuhan, Li Wenliang, di tempat perawatan intensif dengan dukungan oksigen setelah tertular virus Corona.[CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang dokter Wuhan yang memperingatkan wabah virus Corona di WeChat kini terkena virus.

    Pada 30 Desember, Li Wenliang mengejutkan publik setelah mengungkapkan kasus virus Corona ke grup WeChat alumni sekolah kedokterannya. Dia menulis tujuh pasien dari pasar makanan laut didiagnosis virus seperti SARS dan dikarantina di rumah sakitnya.

    Li menjelaskan bahwa, menurut sebuah tes yang telah dilihatnya, penyakit itu adalah virus Corona, yang serupa sindrom pernafasan akut yang parah (SARS), menurut CNN, 4 Februari 2020.

    Ingatan tentang SARS yang melanda Cina, di mana pandemi pada tahun 2003 menewaskan ratusan orang setelah pemerintah menutupi, kembali menghantuinya. "Saya hanya ingin mengingatkan teman-teman sekelas universitas saya agar berhati-hati," katanya.

    Li, seorang dokter berusia 34 tahun yang bekerja di Wuhan, kota Cina yang menjadi pusat penyebaran virus Corona, mengatakan kepada teman-temannya untuk memperingatkan orang-orang yang mereka cintai secara pribadi. Tetapi dalam beberapa jam tangkapan layar dari pesannya telah beredar lengkap dengan namanya. "Ketika saya melihat mereka beredar online, saya menyadari bahwa itu di luar kendali saya dan saya mungkin akan dihukum," kata Li.

    "Sangat menakutkan," jawab seorang penerima pesan, sebelum bertanya tentang epidemi yang dimulai di Cina pada tahun 2002 dan akhirnya membunuh hampir 800 orang. "Apakah SARS datang lagi?"

    Segera setelah dia mengunggah pesan itu, Li dituduh polisi Wuhan menyebarkan hoaks. Dia adalah salah satu dari beberapa petugas medis yang menjadi sasaran polisi karena berusaha untuk membocorkan tentang virus mematikan di minggu-minggu awal wabah.

    Seorang petugas melakukan pengecekan pada pasien yang terkena penyakit pneumonia akibat virus corona di Rumah Sakit Pusat Wuhan Via Weibo di Wuhan, Cina. Sebanyak 444 kasus dilaporkan di Wuhan di mana 17 di antaranya meninggal. THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO/Handout via REUTERS

    Menurut New York Times, pejabat dari otoritas kesehatan di pusat kota Wuhan memanggil Dr. Li pada tengah malam, menuntut untuk mengetahui mengapa dia berbagi informasi. Tiga hari kemudian, polisi memaksanya untuk menandatangani pernyataan bahwa peringatannya merupakan perilaku ilegal.

    Penanganan awal pemerintah terhadap epidemi ini memungkinkan virus untuk memperoleh daya tahan yang kuat. Pada saat-saat kritis, para pejabat memilih untuk mengedepankan kerahasiaan dan ketertiban daripada secara terbuka menghadapi krisis yang sedang tumbuh untuk menghindari kekhawatiran publik dan rasa malu politik.

    Periode tujuh minggu antara munculnya gejala pertama pada awal Desember dan keputusan pemerintah untuk menutup kota, berdasarkan puluhan wawancara New York Times dengan warga Wuhan, dokter dan pejabat, pada pernyataan pemerintah dan laporan media Cina.

    Pada minggu-minggu itu, pihak berwenang membungkam para dokter dan yang lainnya karena memperingatkan tentang virus Corona baru. Mereka menutup informasi bahaya kepada publik, membuat 11 juta penduduk kota tidak menyadari bahwa mereka harus melindungi diri mereka sendiri. Mereka menutup pasar makanan di mana virus itu diyakini telah dimulai, tetapi tidak secara luas mengekang perdagangan satwa liar, yang diyakini sebagai awal mula virus.

    Menurut laporan South China Morning Post pada Selasa, virus ini telah merenggut setidaknya 427 nyawa dan membuat 20.662 orang terinfeksi di seluruh dunia, termasuk Li.

    Dari tempat perawatan intensif di rumah sakit, Li mengatakan dia dipastikan mengidap virus pada Sabtu.

    Diagnosisnya telah memicu kemarahan di seluruh Cina, di mana serangan balik terhadap sensor negara terhadap penyakit tersebut dan penundaan awal dalam memperingatkan publik tentang virus Corona Wuhan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.