Virus Corona Bikin Korea Utara Makin Terpuruk

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus corona. Sumber: wikipedia.org

    Ilustrasi virus corona. Sumber: wikipedia.org

    TEMPO.CO, JakartaVirus corona yang masih menyebar hingga saat ini telah merugikan sebagian besar negara yang bertetangga dengan Cina, khususnya di sektor ekonomi dan pariwisata. 

    Salah satu negara tetangga Cina yang ikut merasakan dampak ini adalah Korea Utara. Sebelum virus corona menyebar, Korea Utara telah menjadi negara yang tertutup dan wabah penyakit mematikan ini membuat negara itu merasa terancam akan kehidupan ekonominya setelah menutup perbatasan dengan Cina dan Rusia. 

    Korea Utara diketahui telah menghentikan penerbangan dan layanan kereta api dengan negara tetangga, menetapkan karantina wajib selama berminggu-minggu untuk orang asing yang baru tiba, menghentikan pariwisata internasional, hingga mengisolasi perjalanan antar negara. 

    Adanya tindakan isolasi tersebut dapat menciderai usaha Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, yang berjanji akan meningkatkan perekonomian Korea Utara. Sebelumnya upaya-upaya Kim itu dirusak oleh minimnya kemajuan dalam pembicaraan denuklirisasi dengan Amerika Serikat. Negara Abang Sam itu telah memimpin jalan penjatuhan sanksi internasional terhadap Korea Utara. 

    "Mereka (otoritas Korea Utara) mengeluarkan kargo dan menahan orang-orang Cina; tidak ada yang bisa masuk atau keluar, ”kata seorang sumber yang memantau langsung situasi di perbatasan Cina-Korea Utara. 

    Kang Mi-jin, seorang pembelot Korea Utara di Seoul yang melaporkan untuk situs Daily NK, juga mengkonfirmasi bahwa wilayah perbatasan tampaknya hampir seluruhnya ditutup setidaknya sejak 30 Januari 2020. 

    " Angkatan Bersenjata telah memerintahkan semua pos penjagaan melarang penyelundupan. Orang-orang, barang, tidak ada yang bisa masuk atau keluar," ungkapnya. 

    Menurut seorang pendeta Korea Selatan yang bekerja dengan para pengungsi, Pyongyang dilaporkan telah meminta Beijing untuk tidak memulangkan para pembelot Korea Utara yang ditahan di Cina. 

    Kee Park, analis dari Fakultas Kedokteran Harvard, yang pernah bekerja pada proyek perawatan kesehatan di Korea Utara, mengatakan Korea Utara biasanya mahir dalam menerapkan intervensi kesehatan masyarakat dan bertindak cepat dan tegas untuk menghentikan penyakit yang memasuki negara itu, tetapi sanksi yang dijatuhkan pada negara itu, dapat mempersulit mereka untuk mendapatkan pasokan medis.   

    "Keputusan mereka (Korea Utara) sangat mahal harganya. Korea utara yang mengandalkan pendapatan dari wisatawan dan perdagangan, harus mengkarantina orang. Ini mencerminkan keprihatinan mereka mengenai kapasitas sistem kesehatan Korea Utara dalam menangani wabah," kata Park. 

    Upaya yang tampaknya telah berhasil mencegah setiap kasus di Korea Utara sejauh ini menjadikan Korea Utara telah memutuskan bahkan membatasi kerja sama ekonomi yang menjadi tumpuannya. 

    "Mungkin ada dampak besar yang tak hanya pada ekonomi pasar, tetapi juga pada seluruh ekonomi negara. Korea Utara mempromosikan lokalisasi, bahkan untuk produk - permen, kerupuk, atau pakaian yang diproduksi di negara itu dan memperoleh bahan baku dari China," kata Kang Mi-jin, pembelot Korea Utara di Seoul. 

    Akibat penyebaran virus corona ini pula, muncul tanda-tanda parade militer dan perayaan massal lainnya setidaknya sampai Februari kemungkinan bakal dibatalkan. Parade militer itu diantaranya untuk memperingati Hari Tentara Korea Utara dan ulang tahun mantan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Il. 

    Artyom Lukin, seorang profesor di Far Eastern Federal University di Vladivostok, Rusia, tingkat risiko ekonomi ke Korea Utara sangat tergantung pada durasi isolasi dan seberapa besar pembatasan itu. 

    "Jika isolasi berlanjut selama beberapa bulan bahkan lebih lama, tentu akan memiliki dampak negatif yang cukup besar bagi Korea Utara," katanya. 

    Tidak ada angka pasti mengenai ukuran ekonomi Korea Utara, tetapi Bank Central Korea Selatan memperkirakan bahwa pada 2018 ekonomi negara itu telah menyusut selama dua tahun berturut-turut, sementara perdagangan internasionalnya merosot di angka 48,4 persen. Sejak itu, Cina dan Rusia secara lebih luas menyerukan agar sanksi dicabut. 

    "Jika situasi virus corona tidak diselesaikan dengan cepat, itu akan membuat hidup jauh lebih sulit bagi Korea Utara pada tahun 2020," kata Lukin.

    REUTERS | SAFIRA ANDINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.