Penembakan di Rakhine, 2 Perempuan Tewas

Para fotografer membantu seorang pengungsi Rohingya untuk keluar dari Sungai Nad saat mereka melintasi perbatasan Myanmar-Bangladesh di Palong Khali, dekat Cox's Bazar, Bangladesh, 1 November 2017. Bulan ini menandai peringatan kedua pelarian lebih dari 730.000 Rohingya dari Myanmar. Negara bagian Rakhine barat laut ke Bangladesh setelah tindakan keras pimpinan militer dalam menanggapi serangan oleh gerilyawan Muslim di pos polisi Myanmar. REUTERS / Hannah McKay / File Photo

TEMPO.CO, Jakarta - Dua perempuan tewas dan tujuh orang lainnya terluka ketika terjadi baku tembak di sebuah desa dihuni etnis minoritas Rohingya di Negara Bagian Rakhine, Myanmar pada Sabtu, 25 Januari 2020. Satu dari dua perempuan yang tewas itu, diketahui sedang hamil. 

Dikutip dari swissinfo.ch, militer Myanmar membantah tudingan seorang anggota parlemen dari Negara Bagian Rakhine, penduduk desa dan kelompok bersenjata Arakan, yang menyebut Angkatan Bersenjata Myanmar sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penembakan di desa Kin Taung, Rakhine, Myanmar. Penembakan ini terjadi dua hari setelah pengadilan tinggi PBB memerintahkan Myanmar agar melindungi etnis minoritas Rohingya.

Maung Kyaw Zan, anggota parlemen mewakili wilayah Buthidaung, Negara Bagian Rakhine, mengatakan tembakan dilepaskan dari sebuah batalion yang ada di dekat desa Kin Taung, yang terjadi di malam hari.    

“Tidak ada pertikaian, jadi mereka begitu saja melepaskan tembakan ke desa tersebut tanpa sebuah pertempuran,” kata Kyaw Zan, sambil menekankan ini adalah yang kedua kalinya pada 2020 warga sipil menjadi korban penembakan.    

Soe Tun oo, warga etnis Rohingya yang tinggal satu mil dari desa Kin Taung mengatakan dua rumah dirusak dalam serangan itu. militer Myanmar mengkonfirmasi kematian dua perempuan dalam peristiwa itu dan menyalahkan kelompok radikal Arakan. Juru bicara Angkatan Bersenjata Mynamar enggan berkomentar lebih jauh. Kelompok Arakan Army atau AA adalah kelompok etnis di Rakhine yang memperjuangkan otonomi yang lebih besar bagi Rakhine lebih dari setahun lalu. 

“Kelompok teroris AA telah melakukan penembakan dari desa-desa Bengali menggunakan senjata berat dan benda-benda di pertambangan,” tulis militer Myanmar.       

Sedangkan kelompok Arakan dalam pernyataan yang tertulis di situs mereka menjelaskan ada cukup bukti bahwa militer Myanmar yang melakukan pembunuhan itu. Namun Arakan tidak menjelaskan secara rinci.     

Dalam sebuah konferensi pers pada 3 Februari 2020, militer Myanmar membantah pemberitaan yang beredar soal penembakan itu yang menyebabkan korban jiwa dan dipublikasi Reuters pada 25 Januari 2020. Militer Myanmar menyebut pemberitaan itu bias. Juru bicara Militer Myanmar, Zaw Min, mengatakan pihaknya tidak akan melakukan penyerangan setelah Pengadilan Internasional memerintahkan Myanmar melindungi etnis Rohingnya.       






Junta: Pemberontak Myanmar Tembak Penumpang Pesawat Saat Mendarat

9 jam lalu

Junta: Pemberontak Myanmar Tembak Penumpang Pesawat Saat Mendarat

Junta militer menyebut pemberontak Myanmar menembak seorang penumpang di wajahnya saat pesawat mendarat di negara itu.


Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

1 hari lalu

Aung San Suu Kyi dan Penasihat asal Australia Dihukum 3 Tahun

Pengadilan Myanmar menghukum pemimpin terguling Aung San Suu Kyi dan mantan penasihat ekonominya, Sean Turnell dari Australia, 3 tahun penjara


Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

1 hari lalu

Ratu Kecantikan Myanmar Akhirnya Mendarat di Kanada, Berbulan-bulan Tinggal di Bandara Thailand

Ratu Kecantikan Myanmar menuai perhatian publik atas komentar pedasnya terhadap junta militer. Dia akhirnya mendapat suaka dari Kanada.


Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

3 hari lalu

Sempat Terlunta-lunta di Thailand, Ratu Kecantikan Myanmar Dapat Suaka di Kanada

Mantan ratu kecantikan Myanmar itu telah terlunta-lunta sejak 21 September di Thailand.


Bertambah, Korban Penembakan di Sekolah Rusia Jadi 17 Orang Tewas

3 hari lalu

Bertambah, Korban Penembakan di Sekolah Rusia Jadi 17 Orang Tewas

Insiden penembakan di sebuah sekolah di kota Izhevsk, Rusia menewaskan sedikitnya 17 orang, termasuk 11 anak-anak, dan melukai 24 lainnya.


Penembakan di Sekolah Rusia, 9 Tewas termasuk 5 Anak-Anak

4 hari lalu

Penembakan di Sekolah Rusia, 9 Tewas termasuk 5 Anak-Anak

Seorang pria bersenjata menembak mati sembilan orang, termasuk lima anak-anak, di sebuah sekolah di Udmurtia, Rusia.


Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

7 hari lalu

Amerika Gelontorkan Rp 2,5 Triliun untuk Bantu Etnis Rohingya

Total bantuan AS dalam menanggapi Krisis Pengungsi Rohingya telah mencapai hampir US$1,9 miliar (Rp 28 triliun) sejak Agustus 2017.


Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

7 hari lalu

Jepang Setop Kerja Sama Beri Pelatihan Militer ke Myanmar

Akibat eksekusi junta militer terhadap aktivis pro-demokrasi, Jepang menghentikan pemberian latihan militer untuk Myanmar.


Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

7 hari lalu

Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat penyelesaian krisis Rohingya ini dipersulit oleh situasi di Myanmar.


Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

7 hari lalu

Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

Para menteri luar negeri ASEAN bertemu di sela-sela Sidang Umum ke-77 PBB di New York untuk membahas persiapan KTT November 2022