Israel - Sudan Disebut Sudah Normalisasi Hubungan Bilateral

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Sumber: Reuters / Ronen Zvulun/rt.com

    Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Sumber: Reuters / Ronen Zvulun/rt.com

    TEMPO.CO, JakartaIsrael dan Sudan dikabarkan sepakat menormalisasi hubungan kedua negara untuk pertama kali. Persetujuan itu dicapai setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggelar pembicaraan selama dua jam dengan Kepala Dewan Kedaulatan Sudan, Abdel Fattah al-Burhan di Ibu Kota Entebbe, Uganda, Senin, 3 Februari 2020.   

    “Sudah disetujui untuk memulai kerja sama yang mengarah pada normalisasi hubungan kedua negara. Netanyahu sangat yakin Sudan sudah bergerak ke arah baru dan positif,” demikian pernyataan Pemerintah Israel, seperti dikutip dari reuters.com, Selasa, 4 Februari 2020. 

    Juru bicara Kementerian Informasi dan Pemerintah Sudan, Faisal Salih, belum mengiyakan normalisasi hubungan itu saat ditanya wartawan. Dia bahkan mengaku tak punya informasi mengenai kunjungan Netanyahu itu dan kabinet Pemerintah Sudan belum mendiskusikan hal ini. Salih hanya meyakinkan pihaknya harus menunggu al-Burhan pulang dari Uganda.  

    Al-Burhan adalah sosok paling senior dalam fase pertama pengaturan pembagian kekuasaan antara pihak militer dan sipil di Sudan yang dimulai sejak Agustus lalu, menyusul penggulingan penguasa lama Sudan, Omar al-Bashir. Otoritas sipil Sudan akan memimpin negara itu sampai 18 bulan ke depan dari total 39 bulan masa transisi. 

    Normalisasi hubungan Israel dengan Sudan akan menjadi sebuah lembaran baru bagi kedua negara. Pada 1967, negara-negara Arab berkumpul dan menerbitkan kesepakatan yang disebut ‘Three No’, yakni tidak mengakui Israel, tidak berdamai dengan Isreal dan tidak bernegosiasi dengan Isreal.      

    Di Israel, masa jabatan Perdana Menteri Netanyahu tinggal menghitung hari, dimana rencananya pemilu akan diselenggarakan pada 2 Maret 2020. Jika normalisasi hubungan Israel – Sudan benar adanya, maka ini akan menjadi jalan keluar setelah pemimpin sayap kanan Israel berjanji akan mendeportasi warga negara Sudan di Israel yang bekerja secara ilegal di Negara  Bintang Daud.   

    Imigran – imigran dari Sudan ini sebelumnya sudah berargumentasi bahwa mereka tidak bisa direpatriasi sebab mereka terancam menghadapi hukuman karena menginjakkan kaki ke Israel, musuh Sudan.   

    Langkah al-Burhan atau setiap tindakan normalisasi hubungan dengan Israel tampaknya akan menimbulkan kontroversi di Sudan dan negara-negara Arab lainnya, khususnya saat Netanyahu mempromosikan rencana perdamaian baru yang disorongkan Amerika Serikat dan sudah ditolak mentah-mentah oleh Palestina.

    Israel sebelumnya menganggap Sudan sebagai sebuah ancaman keamanan karena menduga negara itu telah dimanfaatkan Iran sebagai sebuah perpanjangan tangan untuk menyelundupkan amunisi ke Jalur Gaza. Pada 2009, sumber mengatakan, pesawat tempur Israel menjatuhkan bom pada iring – iringan militer di Sudan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.