Cina Tuding Amerika Sebabkan Kepanikan Atas Virus Corona

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menyemprotkan cairan disinfektan pada Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu, 2 Februari 2020. Sebanyak 238 orang WNI dari Wuhan, tersebut selanjutnya dipindahkan ke Natuna untuk menjalani observasi selama kurang lebih dua minggu guna memastikan kesehatannya dan terbebas dari virus corona. ANTARA

    Petugas medis menyemprotkan cairan disinfektan pada Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu, 2 Februari 2020. Sebanyak 238 orang WNI dari Wuhan, tersebut selanjutnya dipindahkan ke Natuna untuk menjalani observasi selama kurang lebih dua minggu guna memastikan kesehatannya dan terbebas dari virus corona. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Cina menuding Amerika sebagai dalang atas kepanikan global soal virus Corona. Menurut mereka, alih-alih memberikan bantuan, Amerika Serikat malah menyebar ketakutan lewat sejumlah langkah respon mereka.

    "Apa yang mereka lakuan hanya menciptakan dan menyebar ketakutan. Itu adalah contoh yang sangat buruk," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying, sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin, 3 Februari 2020.

    Chunying menjelaskan, salah satu langkah Amerika yang malah menimbulkan kepanikan adalah evakuasi sejumlah pejabat Amerika di Wuhan, pusat penyebaran virus Corona. Proses evakuasi itu dilakukan relatif awal, sebelum WHO menetapkan situasi darurat, yang membuat negara-negara lain berbondong-bondong ikut mengajukan proses evakuasi.

    Langkah Amerika lainnya yang menimbulkan kepanikan, kata Chunying, adalah penolakan terhadap warga Cina yang hendak berkunjung ke negeri Paman Sam. Menurut Chunying, hal itu membuat orang-orang semakin takut dan mendorong negara lain untuk menerapkan kebijakan serupa.

    Sebagai catatan, WHO menetapkan penyebaran virus Corona sebagai situasi darurat global pada 30 Januari 2020 lalu. Di hari yang sama, Amerika lebih dulu menetapkan larangan bagi warga Cina untuk masuk ke Amerika atas alasan keamanan.

    "Amerika, yang memiliki fasilitas tinggi untuk menghadapi epidemi, malah menetapkan pembatasan berlebihan. Hal itu kontras dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization, WHO)," kata Chunying.

    Amerika, secara terpisah, mengklaim bahwa mereka malah telah menawarkan bantuan ke Cina untuk ikut menangani penyebaran virus Corona. Namun, hingga sekarang, Cina tidak merespon penawaran yang diberikan.

    "(Virus Corona) adalah perkara global. Kami ingin membantu kolega kami di Cina jika diperbolehkan. Kami sudah membuat tawaran dan menunggu apakah mereka akan menerimanya," ujar penasehat keamanan nasional Amerika, Robert O'Brien.

    Sebagaimana telah diberitakan, jumlah korban meninggal dan pasien virus Corona terus meningkat dalam sepekan terakhir. Per hari ini, terhitung sudah ada 17.388 kasus orang terpapar virus Corona. Sementara itu, untuk korban meninggal, angkanya naik menjadi 362 orang.

    Dari 362 korban meninggal, 361-nya berasal dari Cina. Hal yang sama berlaku untuk jumlah kasus di mana dari 17.388 kasus, 17.205 di antaranya berasal dari Cina.

    Situasi di Cina membuat berbagai negara melakukan tindakan preventif. Selain mengevakuasi warga mereka dari Wuhan yang merupakan pusat penyebaran virus Corona, mereka juga membatasi akses masuk warga Cina ke negara mereka. Maskapai mereka juga menutup rute penerbangan dari dan ke Cina.

    REUTERS | ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.