Pasien Pertama Virus Corona di Filipina Meninggal

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang berebut membeli masker di toko peralatan medis di Manila, Filipina, 31 Januari 2020. Pemerintah Filipina mengkonfirmasi kasus virus corona pertama. REUTERS / Eloisa Lopez

    Sejumlah orang berebut membeli masker di toko peralatan medis di Manila, Filipina, 31 Januari 2020. Pemerintah Filipina mengkonfirmasi kasus virus corona pertama. REUTERS / Eloisa Lopez

    TEMPO.CO, Jakarta - Filipina pada Minggu, 2 Februari 2020, melaporkan kasus pertama pasien terjangkit virus corona di negara itu yang berujung dengan kematian. Kementerian Kesehatan Filipina menyebut pasien itu adalah seorang laki-laki, 44 tahun, asal Ibu Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, sebuah wilayah tempat sumber penyebaran virus mematikan tersebut.

    Dikutip dari reuters.com, pasien yang terjangkit virus corona itu meninggal di sebuah rumah sakit di Ibu Kota Manila setelah mengalami gejala pneumonia akut. Dia ditemani oleh rekannya, seorang perempuan, 38 tahun, yang juga berasal dari Kota Wuhan. Perempuan itu juga didiagnosa terjangkit virus corona. Keduanya tiba di Filipina lewat Hong Kong pada 21 Januari 2020.    

    Puluhan warga berebut untuk membeli masker di toko peralatan medis setelah pemerintah Filipina mengkonfirmasi kasus virus corona pertama, di Manila, Filipina, 31 Januari 2020. Ada 27 orang yang sempat dicurigai menderita Virus Corona Wuhan. REUTERS / Eloisa Lopez  

    Kasus ini tercatat sebagai kasus kematian akibat virus corona pertama di Filipina. Sekitar 130 kasus di berbagai negara dilaporkan telah terjangkit virus mematikan ini.   

    Per Sabtu malam, 1 Februari 2020, jumlah kematian akibat virus corona tercatat 304 orang. Hal ini telah membuat Cina menghadapi isolasi besar-besaran dari banyak negara di dunia lewat larangan melancong ke Negeri Tirai Bambu tersebut. Maskapai menghentikan penerbangan ke Cina dan pemerintah dari berbagai belahan negara mengevakuasi warga negaranya menyusul memburuknya penyebaran virus corona di Cina. 

    Pada Kamis, 30 Januari 2020, Badan Kesehatan Dunia atau WHO mendeklarasikan darurat kesehatan publik terkait penyebaran virus corona tersebut. Namun WHO belum menerbitkan larangan melakukan perdagangan dan perjalanan akibat wabah ini. 

    Kendati begitu, beberapa negara ketakutan dengan penyebaran virus corona yang mematikan ini dengan cara menjaga ketat perbatasan. Sedangkan pada Jumat, 31 Januari 2020, Singapura dan Amerika Serikat mengumumkan langkah-langkah melarang warga negara asing yang baru bepergian ke Cina memasuki wilayah teritorial negara itu.

    Sehari kemudian, Australia mengikuti langkah itu. Sementara Rusia, telah memperkenalkan pembatasan visa dan akan mulai mengevakuasi warganya dari Cina pada Senin dan Selasa depan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.