Trump Tambah Daftar Negara yang Dilarang Bermigrasi ke Amerika

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump menyampaikan komentar setelah serangan udara Militer AS terhadap Jenderal Iran Qassem Soleimani di Baghdad, Irak, di Pantai Palm Barat, Florida, AS, 3 Januari 2020.

    Presiden AS Donald Trump menyampaikan komentar setelah serangan udara Militer AS terhadap Jenderal Iran Qassem Soleimani di Baghdad, Irak, di Pantai Palm Barat, Florida, AS, 3 Januari 2020. "Soleimani merencanakan serangan yang akan segera terjadi dan mengerikan terhadap para diplomat Amerika dan personel militer tetapi kami menangkapnya dalam suatu aksi dan menghentikannya," kata Trump kepada wartawan di resor Mar-a-Lago. [REUTERS / Tom Brenner]

    TEMPO.CO, Jakarta - Myanmar, Eritrea, Kyrgyzstan, Nigeria, Sudan, dan Tanzania masuk ke dalam daftar Travel Ban yang dicanangkan oleh Presiden Amerika Donald Trump sejak 2017. Dengan kata lain, mulai tahun ini, warga dari keenam negara tersebut tak lagi bisa bermigrasi dan menetap di Amerika seperti sebelumnya.

    "Negara-negara tersebut sebenarnya kooperatif. Namun, untuk berbagai alasan, mereka gagal memenuhi prasyarat yang kami tetapkan," ujar Sekretaris Homeland Security, Chad Wolf, sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Sabtu, 1 Februari 2020. 

    Apabila dilihat kembali, empat dari keenam nama negara yang disebutkan berasal dari Afrika dan tiga di antaranya juga merupakan negara dengan mayoritas muslim. Pemberian larangan kepada enam negara tersebut tak ayal menimbulkan berbagai pertanyaan.

    Kubu Demokrat menuduh Trump melarang keenam negara tersbut karena faktor suku, ras, dan agama. Namun, menurut Wolf, pelarangan mereka sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan agama. Wolf mengatakan, pelarangan mereka murni karena perkara teknis.

    "Problem mereka mulai dari teknologi paspor yang rendah hingga gagal memberikan informasi yang cukup perihal tersangka terorisme dan kriminal," ujar Wolf menjelaskan.

    Wolf menambahkan bahwa larangan yang ada tidak berlaku untuk visa sementara. Dengan kata lain, turis atau pelajar dari keenam negara tersebut masih boleh datang dan menetap sementara di Amerika.

    Sebelum keenam negara tersebut masuk ke dalam daftar Travel Ban, Trump sudah lebih dahulu memasukkan nama Iran, Libya, Somalia, Syria, dan Yemen. Semuanya adalah negara dengan mayoritas penduduk muslim.

    Trump sempat hampir memasukkan Belarus. Namun, mereka sudah mengajukan permohonan untuk melakukan perbaikan atas syarat-syarat yang belum dipenuhi.

    Ke depan, berbagai analis menyakini Trump akan terus memperkuat kebijakan Travel Ban ini, terutama menjelang Pemilu 2020 nanti. Kebijakan Travel Ban milik Trump disebut-sebut sangat populer di kalangan pemilih Republikan dan diyakini akan dimanfaatkan untuk mendulang suara.

    REUTERS | ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.