Dugaan Virus Corona, Penumpang Kapal Pesiar Tak Diizinkan Turun

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal pesiar Costa Smeralda, bersandar di Civitavecchia, Italia. Sumber: Guglielmo Mangiapane/Reuters/aljazeera.com

    Kapal pesiar Costa Smeralda, bersandar di Civitavecchia, Italia. Sumber: Guglielmo Mangiapane/Reuters/aljazeera.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Lebih dari 6.000 wisatawan tidak diizinkan turun dari kapal pesiar yang disandarkan di sebuah pelabuhan di Italia pada Kamis, 30 Januari 2020 setelah muncul kasus yang diduga virus corona, namun ternyata virus itu tidak terkonfirmasi.

    Sampel yang diambil dari pasangan asal Cina di kapal pesiar itu dikirim untuk diujikan setelah tiga dokter dan seorang perawat menaiki kapal Costa Smeralda di pelabuhan Civitavecchia, dekat Roma, Italia, untuk merawat seorang perempuan yang demam. 

    Penumpang tersebut, 54 tahun, yang namanya tidak dipublikasi, menaiki kapal pesiar Costa Smeralda milik perusahaan Costa Crociere pada 25 Januari 2020 dari pelabuhan Savona. Dalam perjalanan kapal pesiar itu, dia terserang demam dan gejala flu. Perempuan itu dan satu rekannya sudah ditempatkan di unit isolasi di kapal. 

    "Kami tiba di Civitavecchia dengan kapal pesiar Costa Smeralda dan mereka tidak membiarkan kami turun dari kapal. Mereka mengatakan itu karena ada pemeriksaan kesehatan," kata Gaby, salah satu penumpang kapal melalui Twitter.

    Costa Smeralda berangkat dari Savona, Italia utara dan berhenti di Marseille, Barcelona, dan Palma de Mallorca sebelum sampai di Civitavecchia, Italia. 

    "Kami melakukan semua yang perlu kami lakukan. Situasinya terkendali dan sudah tidak ada yang perlu di khawatirkan untuk saat ini," kata komandan penjaga pantai, Vincenzo Leone, seperti dikutip ANSA. 

    Sedangkan pihak kapal pesiar Costa Crociere menyatakan prioritas pihaknya adalah menjamin kesehatan dan keselamatan turis, juga kru kapal. Costa Crociere juga memiliki kewajiban mematuhi peraturan otoritas kesehatan dengan baik.

    Galuh Kurnia Ramadhani | aljazeera.com


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.