Pelaku Pedofil Terburuk di Australia Divonis 35 Tahun Penjara

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Boris Kunsevitsky, salah satu pedofil terburuk di Australia, divonis 35 tahun penjara. Sumber: AAP/PA Images/mirror.co.uk

    Boris Kunsevitsky, salah satu pedofil terburuk di Australia, divonis 35 tahun penjara. Sumber: AAP/PA Images/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu pedofil terburuk di Australia, Boris Kunsevitsky, divonis hukuman 35 tahun penjara. Kunsevitsky dinyatakan bersalah atas 59 dakwaan, diantaranya perkosaan pada seorang anak dan membuat foto-fofot penyiksaan anak. 

    Kunsevitsky, 53 tahun, adalah mantan perawat anak-anak. Di persidangan dia mengaku telah mendokumentasikan dalam 35 ribu foto dan 4.800 video kekerasan pada 47 anak laki-laki di Singapura, Indonesia, Australia dan Filipina.      

    Boris Kunsevitsky, salah satu pedofil terburuk di Australia, divonis 35 tahun penjara. Sumber: Supplied/mirror.co.uk

    Hakim Mahkamah Agung Australia, John Champion, mengatakan gambar-gambar tindak kekerasan itu ditemukan dalam sebuah folder di komputer Kunsevitsky dengan nama ‘jailbait’, yang sulit dibuka.  Di pengadilan saat bukti rekaman video diputar, dapat terdengar suara Kunsevitsky meminta anak-anak laki-laki yang dilecehkannya tersenyum saat dia memperkosanya. 

    Tindak perkosaan ini dilakukan pada periode 2002 – 2017. Salah satu korban, anak laki-laki 12 tahun, yang ditemui di internet, dibawa menggunakan mobilnya ke rumah mertua Kunsevitsky, dimana dia menyusun kamera untuk melakukan tindak kekerasan pada korban. Ada beberapa korban Kunsevitsky di luar negeri yang sulit diidentifikasi.   

    Dikutip dari mirror.co.uk, Kunsevitsky adalah mantan anggota tantara USSR, Uni Soviet. Dia pindah ke Australia ketika berusia 12 tahun dan lulus sekolah pelatihan keperawatan dari Rumah Sakit Anak Royal. Dia lalu pindah ke Singapura pada 1999 untuk bekerja di sebuah perusahaan penjualan peralatan kesehatan. Dia diketahui pula pernah bekerja sebagai direktur di sebuah produk kecantikan di Singapura, Esthemedica. 

    Dia lalu berkeliling Asia untuk melakukan kekerasan seksual pada anak laki-laki. Kunsevitsky ditahan pada 4 September 2017 ketika dia pulang ke Australia untuk mengunjungi keluarganya. Ketika itu, kepolisian bandara mempertanyakan padanya soal foto-foto di ponselnya yang memperlihatkannya sedang melakukan hubungan seks dengan seorang anak.

    Saat itu Kunsevitsky menyangkal dengan mengatakan dia tak pernah melakukan tindak seksual pada anak-anak. Akan tetapi, kepolisian menemukan lebih banyak bukti tindak kejahatan pedofil itu di beberapa peralatan elektronik miliknya yang dikirim dari Singapura. Kunsevitsky harus menjalani hukuman penjara minimal 28 tahun, sebelum dia dibolehkan mengajukan banding.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.