Wabah Virus Corona, Penumpang Bus Tak Pakai Masker Ditegur Polisi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang lansia perempuan di Cina menolak memakai masker padahal virus corona sedang merebak. Sumber: Newsflare/ChinaLive/mirror.co.uk

    Penumpang lansia perempuan di Cina menolak memakai masker padahal virus corona sedang merebak. Sumber: Newsflare/ChinaLive/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang lansia penumpang bus di Pingdinghan, Cina dikonfrontasi oleh aparat kepolisian dan dimarahi karena tidak memakai penutup wajah menyusul wabah virus corona yang melanda penjuru Negeri Tirai Bambu itu. Rekaman video yang beredar pada Senin, 27 Januari 2020, memperlihatkan lansia perempuan itu duduk di bus dengan wajah tanpa penutup, padahal penumpang sekelilingnya memakai masker wajah.    

    Dikutip dari mirror.co.uk, penumpang lansia yang tidak dipublikasi identitasnya itu tampak mengabaikan petugas polisi yang menegurnya karena tak pakai penutup wajah di tengah merebaknya virus corona. Dia lalu menyibukkan diri dengan mengaduk-aduk tasnya saat ditegur polisi.    

    Penumpang lansia perempuan di Cina menolak memakai masker padahal virus corona sedang merebak. Sumber: Newsflare/ChinaLive/mirror.co.uk

    Beberapa menit kemudian, aparat kepolisian yang lain muncul dan memberikannya sebuah penutup wajah, namun penumpang lansia itu menolak meskipun polisi berjarak sangat dekat dengannya. Sepanjang rekaman video itu, penumpang tersebut terus menolak masker yang disorongkan aparat kepolisian hingga dia turun bus. Tidak dijelaskan alasan penumpang lansia itu menolak pakai masker.  

    Cina saat ini sedang diserang wabah virus corona, dimana jumlah kematian akibat virus itu di Cina mencapai 170 orang dan 7.700 orang sudah terjangkit virus mematikan ini. Sebagian besar korban berada di Kota Wuhan dan Provinsi Hubei. Namun virus corona yang mirip gejala flu ini sudah menyebar ke seluruh dunia. 

    Pada pekan ini, Cina untuk pertama kali membuat rumah sakit khusus pasien dengan dugaan terjangkit virus corona, yang mempekerjakan sekitar 500 orang dan relawan. Rumah sakit itu mengambil tempat di sebuah gedung kosong, yang kemudian dinamai Rumah Sakit Dabie Mountain Regional Medical Centre, yang berlokasi di Huanggang dan dilengkapi dengan air bersih, listrik dan internet. Sekitar seribu tempat tidur dikirim ke sana dan kloter pertama pasien dengan virus corona di kirim ke rumah sakit itu pada Selasa, 28 Januari 2020 sekitar pukul 10.30 malam. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.