Nasib Donald Trump Sebagai Presiden Amerika Ditentukan Jumat Ini

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sidang senat Amerika Serikat membahas permohonan pemakzulan Donald Trump. Sumber: edition.cnn.com

    Sidang senat Amerika Serikat membahas permohonan pemakzulan Donald Trump. Sumber: edition.cnn.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sidang pemakzulan Presiden Amerika Donald Trump yang akan berlangsung pada Jumat ini akan menjadi penentu nasibnya. Jika kubu Republikan berhasil menghalangi upaya Demokrat untuk mendorong pemanggilan saksi, maka Donald Trump dipastikan akan bertahan sebagai presiden hingga Pemilu AS 2020 pada November nanti.

    "Aku hanya bisa berkata bahwa kita terus kerja, kerja, dan kerja (untuk pemakzulan Trump)," ujar senator Demokrat, Chuck Schumer, sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis, 30 Januari 2020.

    Sejak awal persidangan pemakzulan Trump, kubu Demokrat memang getol mendorong pemanggilan saksi. Menurut mereka, pemanggilan saksi akan membantu pengungkapan penyalahgunaan wewenang oleh Trump. Trump didakwa menyalahgunakan kekuasaan saat menahan bantuanke Ukraina untuk memaksa mereka memata-matai Joe Biden, kandidat rival Trump di Pemilu AS 2020 nanti.

    Upaya tersebut naik turun. Demokrat sempat gagal mengajukan 11 amandemen perihal pemanggilan saksi karena dihalangi oleh kubu Republikan. Momentum kemudian berganti ke mereka ketika mantan penasehat keamanan negara, John Bolton, mengklaim mengetahui secara detil penahanan bantuan ke Ukraina oleh Trump. Tapi, di akhir sidang hari Rabu, momentum berbalik ke Republikan setelah sesi tanya jawab.

    Pada sesi tanya jawab itu, pengacara Trump, Alan Dershowitz, berhasil menyakinkan Republikan bahwa tidak ada yang salah dari upaya Trump menahan bantuan untuk Ukraina. Ia berkata, hal tersebut masuk dalam hak eksekutif. Bahkan, Ia tidak mengingkari bahwa upaya Trump adalah bagian dari rencana untuk memenangkan Pemilu AS 2020 nanti dan hal tersebut untuk "kepentingan publik".

    Untuk bisa memanggil saksi, satu-satunya jalan bagi Demokrat adalah melalui voting. Dan, di voting tersebut, Demokrat harus bisa memenangkan 51 persen suara demi bisa menggolkan agendanya. Dengan kata lain, kubu Demokrat harus bisa memastikan 47 senatornya solid plus mendapat dukungan dari 4 senator Republikan. Jika gagal, Trump diprediksi lanjut menjadi Presiden Amerika paling cepat pada hari Jumat.

    Senator Demokrat lainnya, Chris Coons, mengatakan bahwa kubunya mencoba untuk tetap optimistis menjelang sidang penentuan pada hari Jumat nanti. Walau begitu, kata ia, perkembangan terbaru tidak menunjukkan hasil yang membahagiakan. "Jujur aku tidak tahu akan seperti apa hasilnya nanti. Tapi, sejauh ini, tidak terlihat baik untuk Demokrat," ujar Coons.

    Sementara itu, dari kubu Republikan, senator John Barrasso berkata bahwa beberapa senator dari pihaknya masih mendukung pemanggilan saksi. Namun, timnya akan berupaya memastikan seluruh anggota Republikan solid hingga hari penentuan.

    "Momentumnya menunjukkan kepeutusan akhir akan diambil pada Jumat ini. Kami masih memiliki beberapa orang yang ingin mendengar keterangan saksi," ujar Barasso.

    Senator yang diyakini masih ingin mendengar keterangan saksi adalah Mitt Romney dan Susan Collins. Collins, hari Rabu kemarin, berkata bahwa keterangan John Bolton akan membantu untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi, perihal benar atau tidaknya Donald Trump menggunakan kekuasaannya untuk memata-matai Biden.

    REUTERS | ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.