Wabah Virus Corona, Jerman akan Evakuasi Warganya dari Wuhan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membersihkan jalan depan Stasiun Kereta Api Hankou, yang ditutup setelah setelah menyebarnya virus corona di Wuhan, provinsi Hubei, Cina 23 Januari 2020. China Daily via REUTERS

    Pekerja membersihkan jalan depan Stasiun Kereta Api Hankou, yang ditutup setelah setelah menyebarnya virus corona di Wuhan, provinsi Hubei, Cina 23 Januari 2020. China Daily via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Jerman akan menjadi negara selanjutnya yang mengevakuasi warganya dari Kota Wuhan yang ditutup karena wabah virus Corona.

    Dikutip dari Reuters, 28 Januari 2020, majalah Jerman Der Spiegel melaporkan pada Senin, angkatan udara Jerman siap memulangkan 90 warga negara Jerman yang terjebak di wilayah tersebut.

    Hingga 28 Januari 2020 pukul 1.28 pagi, tercatat 81 kematian di Cina daratan dan menginfeksi 2.800 orang di seluruh dunia. Mayoritas korban terinfeksi ada di Cina daratan.

    Evakuasi Jerman menyusul Prancis, Portugal, Inggris, dan Amerika Serikat yang telah merencakan warga dan staf diplomatiknya.

    Der Spiegel mengatakan Jerman dan Cina telah berdiskusi mengenai apakah Berlin dapat mengerahkan pesawat militer untuk melakukan evakuasi, sementara Beijing menginginkan pesawat sipil untuk digunakan sebagai gantinya.

    "Tim krisis telah memutuskan bahwa pemerintah pada prinsipnya siap untuk mengevakuasi warga Jerman yang tidak sakit," kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Jerman. "Pertanyaan operasional masih harus diselesaikan, termasuk dengan pihak Cina."

    Aktivitas petugas medis saat menangani pasien virus Corona di rumah sakit di Wuhan, Cina. THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO via REUTERS

    Sumber-sumber militer mengatakan sebuah pesawat angkut militer akan tersedia jika warga Jerman diterbangkan.

    Sebelumnya pada Ahad, Prancis mengatakan akan mengevakuasi 800 warganya dari Wuhan.

    Menteri Kesehatan Prancis Agnes Buzyn menolak metode pemeriksaan suhu penumpang yang terbang dari Cina karena dianggap tidak efektif.

    Buzyn mengatakan bahwa setelah penemuan tiga kasus virus Corona di Prancis pada Jumat yang terdiri dari tiga warga negara Cina, tidak ada kasus lebih lanjut yang telah dikonfirmasi.

    Dia mengatakan pemindaian memberikan kesan aman, tetapi tidak ada gunanya karena gejala dapat muncul kemudian dan obat aspirin dapat menurunkan suhu tubuh untuk sementara waktu, dikutip dari France24.

    Prancis secara resmi menjadi negara Eropa pertama yang terinfeksi virus Corona pada Jumat, yang telah menginfeksi 2.000 orang lebih dan menewaskan 81 lainnya, yang sebagian besar di Wuhan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.