Ungkap Kobe Bryant Pemerkosa, Wartawan Washington Post Dihukum

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jurnalis Washington Post, Felicia Sonmez diskorsing lantaran memposting link berita Kobe Bryant memperkosa seorang perempuan pada tahun 2016. [DAILY MAIL]

    Jurnalis Washington Post, Felicia Sonmez diskorsing lantaran memposting link berita Kobe Bryant memperkosa seorang perempuan pada tahun 2016. [DAILY MAIL]

    TEMPO.CO, Jakarta - Wartawan The Washington Post dijatuhi hukuman setelah memposting link berita lama tentang Kobe Bryant sebagai pemerkosa seorang gadis hanya beberapa jam setelah legenda pemain basket Amerika Serikat tewas dalam kecelakaan helikopter.

    Felicia Sonmez, nama jurnalis The Washington Post memposting berita yang terbit pada April 2016 di akun Twitter.

    "Kobe Bryant's Disturbing Rape Case: The DNA Evidence, the Accuser's Story, and the Half-Confession."

    Hanya beberapa menit kemudian, jurnalis yang bertugas meliput berita-berita politik AS untuk Washington Post, menuai caci maka bahkan ancaman akan dibunuh lantaran memposting link berita itu ketika para penggemar Bryant berduka atas kecelakaan helikopter yang menewgaskan 9 orang, termasuk Bryant dan anak perempuannya usia 13 tahun di Los Angeles.

    Ribuan orang membagikan berita itu dan ribuan orang memberikan tanda "suka" dan muncul berbagai komentar.

    Mendapat caci maki dan ancaman dibunuh, Sonmez membalas ancaman itu via Twitter dengan meminta mereka membaca berita yang terbit sekitar tiga tahun lalu.

    Sehubungan serangan terhadapnya semakin gencar, jurnalis ini kemudian menghapus postingannya di Twitter. Namun, penggemar pemain basket yang melegenda ini terus melancarkan serangan dengan membuat tagar #FireFeliciaSonmez. Tagar ini pun jadi topik yang banyak diperbincangkan di media sosial.

    Tracy Grant, Penanggung Jawab the Washington Post mengatakan kepada Daily Mail.com, 26 Januari 2020, mengatakan, wartawan Sonmez dipindah ke bagian administrasi bersamaan media itu mengkaji apakah cuitan tentang kematian Kobe Bryant mencederai kebijakan media sosial ruang berita The Washington Post.

    "Kicauan itu menunjukkan penilaian buruk yang merusak kerja rekan-rekannya. Di Twitter, reaksi terhadap cuitan Sonmez terasa pedas," kata Grant.

    Netizen mempersoalkan momen Sonmez yang tidak tepat memposting berita lama Bryant memperkosa seorang perempuan dan diadili di pengadilan, namun berakhir dengan kesediaan dia meminta maaf kepada perempuan tersebut.

    Meskipun mendapat reaksi marah dari para penggemar Kobe Bryant, namun netizen ada yang membela wartawan perempuan itu.

    "Hari saat wanita diperkosa kobe bryant dia kehilanga sesuatu juga. usia dan status orang lain yang sayangnya meninggal tidaklah menghilangkan kejahatannya dan homopobia.

    Pebasket terkenal AS itu dituduh memperkosa seorang karyawan hotel Colorado usia 19 tahun pada tahun 2003. Kobe Bryant yang saat itu berusia 27 tahun ditangkap dan dituntut melakukan serangan seksual terhadap perempuan itu.

    Perempuan itu akhirnya sepakat menarik berkas tuntutannya dengan syarat pemerkosa harus meminta maaf secara resmi di depan pengadilan. Kobe Bryant dan pengacaranya setuju meminta maaf.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.