Perayaan Tahun Baru Imlek Beijing Sepi karena Virus Corona

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana loket Ditan Park yang ditutup saat perayaan tahun baru Imlek di Beijing, Cina, 25 Januari 2020. Pemerintah setempat membatalkan acara perayaan Imlek akibat penyebaran virus Corona di Cina. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

    Suasana loket Ditan Park yang ditutup saat perayaan tahun baru Imlek di Beijing, Cina, 25 Januari 2020. Pemerintah setempat membatalkan acara perayaan Imlek akibat penyebaran virus Corona di Cina. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

    TEMPO.COBeijing – Seorang perempuan terlihat berdoa seorang diri di depan pintu gerbang kuil Lama Temple yang tertutup di Beijing, Cina, pada Sabtu, 25 Januari 2020 di tengah merebaknya virus Corona.

    Perempuan ini sedang berdoa sambil merayakan Tahun Baru Imlek, yang jatuh pada hari itu.

    Kuil Budha dari Tibet ini biasanya ramai oleh pengunjung, yang bisa mencapai 80 ribu orang pada tahun baru seperti pada tahun lalu. Para pengunjung biasanya terlihat mengantre untuk memberikan sesajen guna mendapatkan keberuntungan.

    “Namun, merebaknya virus Corona membuat pemerintah Cina menutup sejumlah lokasi publik dan membatalkan acara besar untuk mencegah penyebaran penyakit ini, yang telah menewaskan 41 orang,” begitu dilansir Channel News Asia pada 25 Januari 2020.

    Otoritas Cina juga menghentikan layanan bus jarak jauh untuk menghentikan penyebaran virus itu.

    “Sejumlah petugas keamanan Cina terlihat berjaga di sekitar Lama Temple dan mengusir warga yang berdiam terlalu lama di sana,” begitu dilansir Channel News Asia.

    Ada pemberitahuan merah di depan gerbang yang tertutup berisi pernyataan kuil tutup hingga ada pengumuman lebih lanjut. Ini bertujuan untuk menjaga kesehatan dari masyarakat dan para biksu Budha.

    “Rasanya tidak seperti Tahun baru Imlek,” kata seorang perempuan berusia 21 tahun, yang menyebut namanya Li.

    Li mengaku berencana berdoa di kuil itu saat kemudian menyadari kuil tutup.

    Otoritas Cina juga menutup destinasi turis Ming Tombs, dan Yinshan Pagoda. Beijing Ditan dan Longtan Temple Fair juga tutup.

    Provinsi Hubei, yang menjadi lokasi penyebaran epidemik ini juga mengalami isolasi dan mengenai sekitar 56 juta warga.

    “Saat kami berangkat dari rumah, kondisi penyebaran virus belum begitu berbahaya,” kata seorang perempuan yang tiba di Beijing dari Guandong selatan sebelum penutupan dilakukan.

    “Saya merasa khawatir tapi khawatir berlebihan juga tidak perlu jadi dihadapi saja,” kata dia.

    Dua petugas berjaga di pintu masuk Forbidden City yang ditutup di Beijing, Cina, 25 Januari 2020. Tak hanya membatalkan perayaan Imlek, pemerintah Cina juga menutup sejumlah tempat wisata akibat virus Corona yang tengah menghantui tersebut. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins

    Namun, kondisi berbeda terlihat di distrik belanja di Houhai Lake dekat Beijing. Toko suvenir dan restoran masih beroperasi seperti biasa pada hari pertama Tahun Baru Imlek.

    Jalanan dipenuhi oleh lampion merah dan bendera Cina. Toko-toko masih berjualan makanan ringan seperti tahu bau atau stinky tofu dan buah berlapis gula.

    Secara terpisah, Presiden Cina, Xi Jinping, telah memimpin rapat politbiro pada Sabtu kemarin. Dia memerintahkan koordinasi penanganan penyebaran virus Corona.

    “Nyawa merupakan hal sangat penting. Ketika terjadi epidemi, perintah harus dikeluarkan. Merupakan tanggung jawab kita untuk mencegah dan mengontrolnya,” kata Xi Jinping dalam pertemuan itu seperti dilansir CNBC soal penanganan virus Corona di Cina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.