Malaysia Laporkan Kasus Pertama Virus Corona

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas menggunakan yang memakai topeng saat bekerja di sebuah rumah sakit di Wuhan, provinsi Hubei, China 22 Januari 2020. Buletin Sains China merilis bahwa kelelawar buah diduga sebagai pembawa virus corona dan sup kelelawar yang terkenal di kota Wuhan. China News Service/via REUTERS TV.

    Sejumlah petugas menggunakan yang memakai topeng saat bekerja di sebuah rumah sakit di Wuhan, provinsi Hubei, China 22 Januari 2020. Buletin Sains China merilis bahwa kelelawar buah diduga sebagai pembawa virus corona dan sup kelelawar yang terkenal di kota Wuhan. China News Service/via REUTERS TV.

    TEMPO.CO, Jakarta - Malaysia mengkonfirmasi tiga kasus pertama virus corona pada Sabtu.

    Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad mengatakan tiga orang yang terinfeksi adalah warga negara Cina dan berhubungan dengan pria 66 tahun yang terinfeksi di Singapura.

    Tiga yang terinfeksi adalah seorang perempuan berusia 65 tahun, yang merupakan istri dari pria yang terdeteksi virus di Singapura, dan dua cucu mereka, berusia 11 dan 2 tahun, kata Dzulkefly, dikutip dari Reuters, 25 Januari 2020.

    Ketiganya telah dirawat di rumah sakit Sungai Buloh di Kuala Lumpur untuk perawatan dan dianggap dalam kondisi stabil, kata menteri pada konferensi pers.

    Dalam sebuah pernyataan terpisah, Bandara Malaysia mengatakan telah meningkatkan penyaringan semua penumpang dan awak yang tiba dari Cina di gerbang kedatangan di seluruh negeri untuk meminimalkan potensi penyebaran virus.

    "Kami mengisolasi mereka segera. Empat anggota kelompok yang dites negatif terbang kembali ke Cina. Pelancong yang sehat yang tersisa, ibu 35 tahun dari dua pasien anak, saat ini merawat anak-anaknya di Rumah Sakit Sungai Buloh. Peralatan pelindung telah diberikan padanya," kata Dzulkefly, dikutip dari The Star.

    Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad (kedua dari kanan) mengumumkan tiga tes virus korona positif pada konferensi pers, 25 Januari 2020.[The Star]

    Petugas kesehatan yang merawat pasien juga dipantau sebagai tindakan pencegahan.

    "Kami menemukan pasien setelah menerima informasi dari mitra Singapura kami sehingga kami berterima kasih kepada mereka untuk itu. Kami akan terus memantau dan mengamati situasi.

    "Kami akan mengintensifkan tingkat kesiapsiagaan kami dan waspada," kata Dr. Dzulkefly.

    Dia menambahkan bahwa diskusi dengan Kementerian Dalam Negeri akan memberlakukan larangan perjalanan ke Wuhan.

    Direktur jendral kesehatan Datuk Dr Noor Hisham Abdullah, yang juga hadir pada konferensi pers, mengatakan bahwa hingga saat ini telah ada 11 kasus dugaan virus di Malaysia.

    "Sepuluh telah dikonfirmasi negatif dengan satu lagi tertunda. Pasien, seorang Malaysia dengan riwayat perjalanan ke Cina, saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Kuala Lumpur," katanya.

    Virus corona yang baru diidentifikasi dapat menyebabkan pneumonia, yang bisa menyebabkan.

    Hingga 25 Januari 2020, virus corona telah menyebabkan 41 kematian dalam 26 hari terakhir dan 1.300 lebih orang terinfeksi diseluruh dunia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.