30 Juta Orang Terancam Terisolasi karena Virus Corona

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengantre untuk memeriksakan kesehatannya di departemen rawat jalan demam, Rumah Sakit Tongji Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, 22 Januari 2020. Saat ini ada 663 kasus warga yang terinfeksi virus Corona, 18 orang meninggal dunia di Cina.  cnsphoto via REUTERS

    Warga mengantre untuk memeriksakan kesehatannya di departemen rawat jalan demam, Rumah Sakit Tongji Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, 22 Januari 2020. Saat ini ada 663 kasus warga yang terinfeksi virus Corona, 18 orang meninggal dunia di Cina. cnsphoto via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar 30 juta orang terancam terisolasi setelah 10 kota di Provinsi Hubei ditutup untuk mencegah penyebaran virus corona.

    Salah satu kota yang ditutup adalah Wuhan, yang menjadi pusat penyebaran virus pertama kali, menurut CNN, 24 Januari 2020. Semua transportasi masuk dan keluar Wuhan ditutup sepenuhnya.

    Sementara pembatasan perjalanan diterapkan di sembilan kota lain Provinsi Hubei, teramasuk Ezhou, Huanggang, Chibi, Xiantao, Zhijiang, Qianjiang, Huangshi, Xianning, dan Yichang.

    Jumat pagi sebelumnya, provinsi meningkatkan tingkat tanggap darurat menjadi level 1 atau tingkat tertinggi. Beijing dan Shanghai juga telah mengumumkan tanggap darurat Tingkat 1, seperti halnya beberapa kota lain di seluruh Cina.

    Pembatasan termasuk mematikan stasiun kereta api, stasiun bus, jalur transportasi antarkota, atau mencegah kendaraan pribadi melewati jalan tertentu. Pihak berwenang di masing-masing kota belum mengumumkan kapan pembatasan ini akan dicabut.

    Penutupan 10 kota di Hubei akan berdampak pada 30 juta orang, melihat data populasi 10 kota di Hubei termasuk Wuhan. Wuhan sendiri memiliki populasi 11 juta penduduk.

    Petugas menggunakan pakaian pelindus saat bertuga memeriksa pasien yang terkena penyakit pneumonia akibat virus corona di Rumah Sakit Pusat Wuhan Via Weibo di Wuhan, Cina. THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO/Handout via REUTERS

    Dikutip dari New York Times, pejabat kesehatan Cina melaporkan pada hari Jumat bahwa ada 26 kematian akibat wabah dan 830 kasus virus korona.

    Korban kematian resmi dari virus corona meningkat puluhan orang dalam 24 jam menjadi 26, sementara jumlah kasus yang dikonfirmasi melonjak lebih dari 200 menjadi 800 kasus.

    Mayoritas kematian telah terjadi di Provinsi Hubei, di Cina tengah, tetapi dua kematian telah dikonfirmasi terjadi di luar Wuhan.

    Satu pasien meninggal di Provinsi Hebei, lebih dari 965 km utara Wuhan, kata pihak berwenang mengumumkan pada Kamis.

    Kematian lain dipastikan di Heilongjiang, sebuah provinsi di dekat perbatasan dengan Rusia, lebih dari 2.414 km dari Wuhan.

    Virus corona juga telah terdeteksi di Vietnam, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Amerika Serikat, pada pelancong yang pernah mengunjungi Cina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.