Kota Terlarang dan Tembok Besar Cina Ditutup karena Virus Corona

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan mengunjungi salah satu bangunan bagian dari situs bersejarah Kota Terlarang atau Forbidden City di Beijing, Tiongkok, 5 Mei 2018. Istana bersejarah ini menjadi tujuan wisata baik wisatawan domestik atau pun mancanegara. ANTARA/Zabur Karuru

    Wisatawan mengunjungi salah satu bangunan bagian dari situs bersejarah Kota Terlarang atau Forbidden City di Beijing, Tiongkok, 5 Mei 2018. Istana bersejarah ini menjadi tujuan wisata baik wisatawan domestik atau pun mancanegara. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Museum Istana Cina atau Kota Terlarang Cina dan Tembok Besar Cina ditutup dari wisatawan pada 25 Januari untuk mencegah penyebaran virus corona.

    Pihak Museum Istana mengatakan akan memberi tahu publik kapan Kota Terlarang akan dibuka kembalu dalam pernyataan mereka pada Kamis malam, dikutip dari Global Times, 24 Januari 2020.

    Beberapa tempat umum utama, termasuk Museum Nasional Cina, Perpustakaan Nasional Cina, Museum Seni Nasional Cina dan Pangeran Kung's Mansion, telah mengambil langkah yang sama untuk mengendalikan virus.

    Sementara CNN melaporkan Tembok Besar Cina juga akan ditutup pada Sabtu, menurut pejabat lokal.

    Area Pemandangan Tembok Besar Juyonggang, bagian tembok yang paling dekat dengan ibu kota Cina, serta Makam Ming dan Hutan Pagoda Yinshan akan ditutup mulai Sabtu.

    Stadion Sarang Burung, tempat penyelenggaraan Olimpiade 2008, ditutup pada hari Jumat, menurut Reuters.

    Ini adalah upaya untuk mengendalikan virus corona menyusul pembatasan perjalanan pada puluhan juta orang di sepuluh kota di Cina.

    South China Morning Post pada 24 Januari 2020 pukul 6.46 pm melaporkan rincian korban virus corona dengan total 902 kasus terpapar dan 26 kematian.

    Wabah virus corona pertama kali dilaporkan pada 31 Desember dan diidentifikasi sebagai patogen yang sebelumnya tidak dikenal pada 7 Januari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.