Pria India Tewas Diserang Ayam saat Menuju Lokasi Sabung Ayam

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ayam jantan berkelahi selama pertandingan adu ayam di sebuah stadion di pinggiran Bangkok, Thailand, 18 Februari 2018. Kejuaraan ini memberikan hadiah lebih dari satu juta dolar AS atau sekitar Rp. 13,5 miliar. REUTERS/Athit Perawongmetha

    Ayam jantan berkelahi selama pertandingan adu ayam di sebuah stadion di pinggiran Bangkok, Thailand, 18 Februari 2018. Kejuaraan ini memberikan hadiah lebih dari satu juta dolar AS atau sekitar Rp. 13,5 miliar. REUTERS/Athit Perawongmetha

    TEMPO.CO, New Delhi - Seorang pria India meninggal setelah diserang ayam jantan peliharaannya saat dalam perjalanan ke lokasi sabung ayam.

    Saripalli Chanavenkateshwaram Rao, 50 tahun, diserang ayam jantan itu tepat di bagian lehernya pada 15 Januari 2020. Taji ayam itu telah dipasangi pisau kecil untuk keperluan sabung ayam dan mengenai lehernya.

    Seorang juru bicara polisi mengatakan kepada CNN bahwa ayah dari tiga anak itu sempat dibawa ke rumah sakit. Namun, dia kemudian meninggal akibat stroke.

    “Rao tinggal di desa Pragadavaram di negara bagian Andhra Pradesh, India Selatan,” kata petugas polisi Kranti Kumar seperti dilansir CNN pada Kamis, 23 Januari 2020.

    Rao dikenal sering menghadiri kegiatan sabung ayam. Saat peristiwa itu terjadi, dia sedang dalam perjalanan menuju lokasi sabung ayam saat ayam peliharaannya itu memberontak mencoba melepaskan diri.

    Adu ayam merupakan kegiatan ilegal di India sejak 1960. Namun, adu hewan itu terus menjadi kebiasaan sebagian masyarakat di negara ini, menurut Gauri Maulekhi, wali amanat Yayasan Rakyat untuk Hewan India.

    "Pelanggaran telah dibuat sangat jelas dan dijelaskan kepada pemerintah kabupaten dan negara bagian, tetapi mereka memilih untuk menutup mata terhadap sabung ayam. Hewan-hewan ini dibuat untuk bertarung bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga karena pertaruhan besar dan perjudian yang berlangsung di acara ini," kata Maulekhi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.