Wali Kota Wuhan Sebut 14 Petugas Medis Tertular Virus Corona

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, Zhou Xianwang (kanan). WTBU

    Wali Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, Zhou Xianwang (kanan). WTBU

    TEMPO.CO, Wuhan - Wali Kota Wuhan, Zhou Xianwang, mengatakan seorang pasien menyebarkan virus Corona ke seorang dokter dan tiga belas orang perawat di sebuah rumah sakit di kota itu.

    “Zhou mengatakan pasien itu awalnya tidak diperiksa terjangkit virus itu sebelum dikirim ke RS Union di Wuhan untuk bedah syaraf. Dia belakangan menderita demam,” begitu dilansir CNN dengan mengutip CCTV pada Kamis, 23 Januari 2020.

    Dalam wawancara itu, media South China Morning Post melansir Zhou ditanya mengenai sikapnya yang dinilai lamban menangani kasus ini di kota yang terletak di Provinsi Hubei ini.  

    Dia mengatakan penanganan yang cepat bisa dilakukan jika kondisi itu diketahui berbahaya sejak awal. “Sayangnya kita tidak tahu kondisi ini berbahaya sejak awal,” kata Zhou.

    Kasus penyebaran virus Corona ini diketahui sejak Desember 2019. Diduga, virus ini menyebar pada bahan makanan di Huanan Seafood Wholesale Market.

    Saat ini ada 663 kasus warga yang terinfeks virus itu dengan 18 orang meninggal dunia di Cina. Sejumlah negara lain mengalami kasus ini seperti Thailand dengan empat kasus, Hong Kong dua kasus, Makau dua kasus, Jepang dua kasus, Vietnam dua kasus, Taiwan satu kasus, Korea Selatan satu kasus, Singapura satu kasus dan Amerika Serikat satu kasus.

    Wali Kota Zhou juga dikritik karena dianggap mengizinkan acara peringatan Tahun Baru Imlek pada akhir pekan ini, yang akan diikuti 40 ribu keluarga dan melibatkan 14 ribu masakan.

    Dia beralasan ini masih diizinkan karena belum ada temuan bahwa penyakit ini menyebar dari manusia ke manusia. Zhou mengaku telah melakukan sejumlah langkah pencegahan dan membuka kemungkinan acara itu dibatalkan jika memang perlu.

    Sejumlah Karyawan memakai masker saat berada di kawasan gedung BRI di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2020. Sejumlah karyawan mengenakan masker karena terdapat isu bahwa adanya seorang karyawan Huawei yang terjangkit Virus Corona. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Dia mengatakan pemerintah mulai melakukan kontrol gerakan masyarakat sejak Januari sejak 14 Januari 2020. Ini untuk membatasi warga yang keluar dan masuk Kota Wuhan.

    Channel News Asia melansir selain Kota Wuhan, pemerintah Cina juga telah mengisolasi pergerakan warga di Kota Huanggang untuk membatasi penyebaran penyakit pneumonia atau radang paru-paru ini, yang disebabkan oleh virus Corona ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.