Sidang Permohonan Pemakzulan Dimulai, Begini Komentar Trump

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak berada di negaranya saat sidang senat hari pertama permohonan pemakzulan terhadapnya digelar pada, Rabu, 22 Januari 2020. Namun Trump yang sedang menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Kota Davos, Swiss, terus mendapat informasi terbaru dari timnya terkait apa yang terjadi di sidang.    

    Sidang yang sedang berlangsung ini merupakan sidang pemakzulan presiden ketiga dalam sejarah Amerika Serikat yang ingin dimakzulkan. Pembukaan sidang telah didominasi oleh adu argumen atas permintaan Partai Demokrat yang menuntut ada lebih banyak saksi yang dihadirkan ke persidangan dan dokumen yang dipaparkan. 

    Di Davos, Swiss, Trump mengatakan kepada wartawan di Forum Ekonomi Dunia bahwa dia senang dengan cara persidangan berlangsung. 

    “Saya pikir tim kami melakukan pekerjaan yang sangat baik.  Tapi jujur, kami memiliki semua materi yang diperlukan, sedangkan mereka (Partai Demokrat) tidak memiliki materi, "kata Trump. 

    Perwakilan dari Partai Demokrat, Val Demings, mengatakan komentar Trump itu membual.

    “Pagi ini, presiden tidak hanya mengakuinya, namun dia membual tentang hal itu. Jujur, kita memiliki semua materi.  Mereka yang tidak memiliki materi,'' kata Demings.

    Senat AS memberikan suara untuk mengajukan amandemen oleh Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer (D-NY) mencari dokumen dan bukti dari Gedung Putih selama sidang impeachment Senat AS terhadap Presiden AS Donald Trump dalam pengambilan bingkai ini dari pengambilan gambar video di Senat AS Kamar di US Capitol di Washington, AS, 21 Januari 2020. REUTERS/U.S. Senate TV/Handout via Reuters

    Pemerintahan Trump saat ini belum memenuhi permintaan Partai Demokrat atas sejumlah dokumen. Trump juga telah meminta agar mantan penasihat keamanan nasional John Bolton dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo tidak berpartisipasi dalam penyelidikan pemakzulan. 

    Trump mengatakan membiarkan mantan penasihat keamanan nasional John Bolton bersaksi di persidangan hanya akan menghadirkan masalah keamanan nasional. 

    “Dia tahu beberapa pemikiran saya, dia tahu apa yang saya pikirkan tentang para pemimpin. Apa yang terjadi jika dia mengungkapkan apa yang saya pikirkan tentang seorang pemimpin tertentu dan itu tidak terlalu positif? "Kata Trump. 

    Bolton sebelumnya menggambarkan kampanye tekanan Ukraina sebagai "kesepakatan narkoba" dan kesaksian darinya bisa menjadi hal yang canggung bagi presiden. Beberapa pejabat dan mantan pejabat mengutarakan pendapat di sidang permohonan pemakzulan Trump hingga membuat sidang ini seperti parade urun pendapat. Beberapa suara membawa sinyalemen upaya Trump terkoordinasi untuk menekan Ukraina. 

    Trump dan tim hukumnya mengatakan tidak merasa tertekan dengan adanya sidang pemakzulan ini. Mereka pun melihat kasus yang disorongkan Partai Demokrat hanya didasarkan pada desas-desus yang bertujuan memenangkan pemilu November 2020.

    Galuh Kurnia Ramadhani | reuters.com


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.