Sidang Senat Pemakzulan, Trump Dituduh Melakukan Skema Korupsi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR Diana Degette, anggota yang memimpin sesi Dewan Perwakilan Rakyat AS, mengetuk palu untuk membuka sesi guna membahas aturan sebelum pemungutan suara terhadap dua pasal pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump di Capitol Hill di Washington, 18 Desember 2019. [House TV via REUTERS]

    Anggota DPR Diana Degette, anggota yang memimpin sesi Dewan Perwakilan Rakyat AS, mengetuk palu untuk membuka sesi guna membahas aturan sebelum pemungutan suara terhadap dua pasal pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump di Capitol Hill di Washington, 18 Desember 2019. [House TV via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sidang permohonan pemakzulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu, 22 Januari 2020 berlangsung memanas ketika Perwakalian Partai Demokrat Adam Schiff menuduh tindakan Presiden Trump masuk kategori skema korupsi, yang menekan Ukraina agar membantunya sehingga diharapkan bisa terpilih kembali dalam pemilu November 2020.

    Schiff juga memperingatkan gengsi Amerika Serikat di mata dunia akan cedera jika Senat Amerika Serikat membebaskan Trump dari permohonan pemakzulan ini. 

    "Untuk menerapkan skema korupsi ini, Presiden Trump menekan presiden Ukraina untuk secara terbuka mengumumkan penyelidikan atas dua tuduhan yang didiskreditkan dan akan menguntungkan Presiden Trump dalam kampanye presiden 2020," kata Schiff.

    Ketua manajer Ketua Komite Intelijen Rumah Adam Schiff (D-CA) berbicara selama argumen pembukaan dalam sidang impeachment Senat AS dari Presiden AS Donald Trump dalam pengambilan bingkai ini dari pengambilan video di Kamar Senat AS di US Capitol di Washington, AS, Januari 21, 2020. REUTERS/U.S. Senate TV/Handout via Reuters

    Partai Demokrat berpendapat bahwa Trump berusaha menemukan celah-celah kesalahan pada Biden untuk membantunya memenangkan masa jabatan kedua. Biden adalah pesaing utama Trump dalam nominasi presiden dari Partai Demokrat. 

    Schiff mengatakan Trump telah mendorong Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk menyelidiki putra Biden yaitu Hunter Biden atas tuduhan korupsi yang tidak berdasar tahun lalu. Hunter Biden yang telah bertugas di dewan perusahaan gas Ukraina, mendapat tuduhan tak mengenakkan terkait posisinya itu. 

    “Tidak ada yang lebih berbahaya bagi demokrasi daripada pemimpin yang percaya bahwa ia dapat beroperasi dengan imunitas, bebas dari akuntabilitas.  Tidak ada, kecuali Kongres yang bersedia membiarkannya demikian," kata Schiff. 

    Schiff dalam sidang itu pun memperingatkan bahwa dunia sedang menonton (sidang permohonan pemakzulan). Dia mengatakan para senator akan merusak posisi global Amerika Serikat  jika mereka tidak menggulingkan Trump dan tidak mengevaluasi tiga tahun masa kepresidenannya yang kacau. 

    Dalam permohonan pemakzulan Trump, Partai Demokrat punya waktu hingga tiga hari untuk menyelesaikan kasus ini versi mereka.  Sedangkan tim pembela Trump memiliki tiga hari untuk menyanggah tuduhan-tuduhan Partai Demokrat. 

    Menanggapi apa yang terjadi di sidang pertama permohonan pemakzulan ini, Presiden Trump yang sedang berada di Davos, Swiss, mengatakan Partai Demokrat tidak memiliki cukup bukti untuk menemukannya bersalah dan mengeluarkannya dari jabatan.

    Galuh Kurnia Ramadhani | reuters.com


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.