Bekas PM Australia Turnbull Kritik Trump Soal Krisis Iklim

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump menyampaikan komentar setelah serangan udara Militer AS terhadap Jenderal Iran Qassem Soleimani di Baghdad, Irak, di Pantai Palm Barat, Florida, AS, 3 Januari 2020.

    Presiden AS Donald Trump menyampaikan komentar setelah serangan udara Militer AS terhadap Jenderal Iran Qassem Soleimani di Baghdad, Irak, di Pantai Palm Barat, Florida, AS, 3 Januari 2020. "Soleimani merencanakan serangan yang akan segera terjadi dan mengerikan terhadap para diplomat Amerika dan personel militer tetapi kami menangkapnya dalam suatu aksi dan menghentikannya," kata Trump kepada wartawan di resor Mar-a-Lago. [REUTERS / Tom Brenner]

    TEMPO.CO, Canberra - Bekas Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, mengatakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, merupakan seorang penolak perubahan iklim terdepan di dunia.

    Turnbull mengatakan ini menanggapi ucapan Trump bahwa aktivis lingkungan merupakan nabi kehancuran dengan prediksi mereka mengenai perubahan iklim dan pemanasan global.

    “Dia menggunakan politik rasa takut jika cocok dengan dirinya, dan Trump sebenarnya seorang penolak perubahan iklim dunia,” kata Turnbull seperti dilansir News pada Rabu, 22 Januari 2020.

    Turnbull mengatakan Trump merupakan pemimpin dari negara paling berpengaruh di dunia.

    “Dan dia secara aktif menolak gerakan global untuk mengurangi emisi karbon,” kata Turnbull.

    Kemarin, Trump baru saja berpidato di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, ntuk mengingatkan publik menolak pesimisme tanpa sekalipun menggunakan kata ‘iklim’ dan ‘pemanasan global’.

    “Ini merupakan waktunya optimis. Rasa takut dan keraguan bukan proses berpikir yang bagus,” kata dia.

    Trump juga mengatakan untuk menyambut masa depan semua orang harus menolak prediksi bencana oleh para nabi kehancuran.

    Menurut Turnbull, perubahan iklim merupakan kajian ilmu fisikan. Tapi belakangan, perdebatan soal ini dicemari oleh ideologi.

    Mantan PM Australia Malcolm Turnbull dikenal gemar naik kereta menuju kantornya, bahkan saat masih menjadi kepala negara pun ia sempat beberapa kali terlihat menaiki kereta bersama para komuter. Foto Presiden Jokowi naik kereta commuterline menuju Bogor di jam padat menjadi viral di media sosial pada Rabu, 6 Maret 2019 kemarin. Abc.net.au

    “Semakin banyak gas efek rumah kaca dipompa ke udara, semakin besar efeknya dirasakan. Suhu planet menjadi semakin hangat dan konsekuensinya kita rasakan,” kata dia.

    Turnbull menyebut,”Suhu makin panas, iklim makin kering, lebih panjang musim kemarau, lebih ganas dan kebakaran.”

    Menurut Turnbull ini terjadi di AS dan Australia serta negara lain. Trump telah menarik AS keluar dari Perjanjian Iklim Paris. Sedangkan Australia tetap berkomitmen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.